Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Penjelasan dan contoh umum Fermentasi





 Fermentasi

Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam
keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu
bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas
yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik
dengan tanpa akseptor elektron eksternal.

Pengertian dan manfaat Bioteknologi serta Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern Bioteknologi Konvensional/Tradisional






Bioteknologi
Bioteknologi adalah cabang ilmu
yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan
lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses
produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi
semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia,
komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan
lain sebagainya.  Dengan kata lain,
bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam
proses produksi barang dan jasa
Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh
manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi
pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad
ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang
pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan.  Di bidang medis, penerapan bioteknologi pada
masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan
insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang
tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh
Louis Pasteur.  Dengan alat ini, produksi
antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal.
Manfaat Bioteknologi
Pada masa ini, bioteknologi
berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju. Kemajuan ini ditandai
dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semis
al rekayasa
genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, kloning,
dan lain-lain.  Teknologi ini
memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun
kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS.  Penelitian di bidang pengembangan sel induk
juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang
mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh
seperti sediakala.  Di bidang pangan,
dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan DNA
rekombinan, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena
mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga
lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan.  Penerapan bioteknologi pada masa ini juga
dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh,
pada penguraian m

Makalah Tata Surya



  Tata  Surya
Planet
Planet
adalah  benda  langit  yang  memiliki  ciri-ciri  berikut: 

1.          mengorbit  mengelilingi  bintang  atau
sisa-sisa  bintang;
2.        mempunyai  massa  yang  cukup  untuk
memiliki  gravitasi  tersendiri  agar  dapat  mengatasi  tekanan  rigid  body  sehingga
benda  angkasa  tersebut  mempunyai  bentuk  kesetimbangan  hidrostatik  (bentuk
hampir  bulat);
3.        tidak  terlalu  besar  hingga  dapat
menyebabkan  fusi  termonuklir  terhadap  deuterium  di  intinya;  dan,
4.        telah  "membersihkan
lingkungan"  (clearing  the  neighborhood;  mengosongkan  orbit  agar  tidak
ditempati  benda-benda  angkasa  berukuran  cukup  besar  lainnya  selain  satelitnya  sendiri)
di  daerah  sekitar  orbitnya
5.        Berdiameter  lebih  dari  800  km
Berdasarkan
definisi  di  atas,  maka  dalam  sistem  Tata  Surya  terdapat  delapan  planet.  Hingga
24  Agustus  2006,  sebelum  Persatuan  Astronomi  Internasional  (International
Astronomical  Union  =  IAU)  mengumumkan  perubahan  pada  definisi
"planet"  sehingga  seperti  yang  tersebut  di  atas,  terdapat  sembilan
planet  termasuk  Pluto,  bahkan  benda  langit  yang  belakangan  juga  ditemukan
sempat  dianggap  sebagai  planet  baru,  seperti:  Ceres,  Sedna,  Orcus,  Xena,  Quaoar,
UB  313.  Pluto,  Ceres  dan  UB  313  kini  berubah  statusnya  menjadi  "planet
kerdil/katai."

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e5/Planets2008-id.jpg/360px-Planets2008-id.jpg
Tata  Surya
    adalah
kumpulan  benda  langit  yang  terdiri  atas  sebuah  bintang  yang  disebut  Mataharidan
semua  objek  yang  terikat  oleh  gayagravitasinya.  Objek-objek  tersebut  termasuk
delapan  buah  planet  yang  sudah  diketahui  dengan  orbit  berbentuk  elip

s,  lima
planet  kerdil/katai,  173  satelit  alami  yang  telah  diidentifikasi  ,  dan  jutaan
benda  langit  (meteor,  asteroid,  komet)  lainnya.


Tata  Surya  terbagi  menjadi  Matahari,  empat  planet  bagian  dalam,  sabuk
asteroid,  empat  planet  bagian  luar,  dan  di  bagian  terluar  adalah  Sabuk  Kuiper
danpiringan  tersebar.  Awan  Oort  diperkirakan  terletak  didaerah  terjauh  yang
berjarak  sekitar  seribu  kali  di  luar  bagian  yang  terluar.

Galaksi


  adalah  sebuah  sistem  yang  terikat  oleh  gaya  gravitasi  yang  terdiri
atas  bintang  (dengan  segala  bentuk  manifestasinya,  antara  lainbintang  neutron
dan  lubang  hitam),  gas  dan  debu  kosmik  medium  antarbintang,  dan  kemungkinan
substansi  hipotetis  yang  dikenal  dengan  materi  gelap.      Kata
galaksi  berasal  dari  bahasa  Yunanigalaxias  [γαλαξίας],  yang  berarti
"susu,"  yang  merujuk  pada  galaksiBima  Sakti  (bahasa  Inggris:  Milky
Way).  Tipe-tipe  galaksi  berkisar  darigalaksi  kerdil  dengan  sepuluh  juta    (107)  bintang  hingga  galaksi  raksasa  dengan
satu  triliun      (1012)  bintang,  semuanya  mengorbit  pada  pusat
galaksi.  Matahari  adalah  salah  satu  bintang  di  galaksi  Bima  Sakti;  tata  surya
termasuk  bumi  dan  semua  benda  yang  mengorbit  Matahari.
Gambar
Galaksi  Bima  Sakti









Teori  Teori
Sistim  Tatasurya
A. 
Teori
Heliosentrisme
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/57/Heliocentric.jpg





Dalam  astronomi,  heliosentrisme  adalah  teori  yang
berpendapat  bahwa  Matahari  bersifat  stasioner  dan  berada  pada  pusat  alam
semesta.  Kata  berasal  dari  bahasa  Yunani  (ήλιος  Helios  =  Matahari,  dan  κέντρον
kentron  =  pusat).  Secara  historis,  heliosentrisme  bertentangan  dengan
geosentrisme,  yang  menempatkan  Bumi  di  pusat  alam  semesta.  Diskusi  mengenai
kemungkinan  heliosentrisme  terjadi  sejak  zaman  klasik.  Barulah  ketika  abad
ke-16  dapat  ditemukan  suatu  model  matematis  dapat  meramalkan  secara  lengkap
sistem  heliosentris,  yaitu  Nicolaus  Copernicus,  seorang  ahli  matematika  dan
astronom.  Pada  abad  berikutnya,  model  tersebut  dijabarkan  dan  diperluas  oleh
Johannes  Kepler  dan  pengamatan  pendukung  dengan  menggunakan  teleskop  diberikan
oleh  Galileo  Galilei.




B. 
Teori
Geosentrik

Di  dalam  astronomi  bola,  geosentrik  adalah  cara
memandang/mendefinisikan  posisi  benda-benda  langit  dengan  Bumi  sebagai
pusatnya.
Karena
jarak  obyek-obyek  langit  begitu  sangat  besar  jika  dibandingkan  dengan  ukuran
Bumi,  maka  posisinya  pada  bola  langit  seringkali  harus  didefinisikan  tidak  lagi
bergantung  pada  posisi  pengamat  di  permukaan  bumi,  tetapi  Bumi  sendirilah  yang
menjadi  pusatnya.  Kebanyakan  tata  koordinat  langit  merupakan  tata  koordinat
yang  geosentrik.  Hal  ini  dilakukan  untuk  kemudahan  semata.


Hukum
Kepler
Di  dalam  astronomi,  tiga  Hukum  Gerakan
Planet  Kepler  adalah:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/12/Classical_Kepler_orbit_80frames_e0.6_tilted_smaller.gif/220px-Classical_Kepler_orbit_80frames_e0.6_tilted_smaller.gif


1.   
Setiap  planet  bergerak
dengan  lintasan  elips,  Matahari  berada  di  salah  satu  fokusnya.
2. 
Luas  daerah  yang  disapu
pada  selang  waktu  yang  sama  akan  selalu  sama.
3. 
Perioda  kuadrat  suatu
planet  berbanding  dengan  pangkat  tiga  jarak  rata-ratanya  dari  Matahari.
Ketiga  hukum  di  atas  ditemukan  oleh
ahli  matematika  dan  astronomi  Jerman:  Johannes  Kepler  (1571–1630),  yang
menjelaskan  gerakan  planet  di  dalam  tata  surya.  Hukum  di  atas  menjabarkan
gerakan  dua  benda  yang  saling  mengorbit.
Karya  Kepler  didasari  oleh  data
pengamatan  Tycho  Brahe,  yang  diterbitkannya  sebagai  'Rudolphine  tables'.
Sekitar  tahun  1605,  Kepler  menyimpulkan  bahwa  data  posisi  planet  hasil
pengamatan  Brahe  mengikuti  rumusan  matematika  cukup  sederhana  yang  tercantum  di
atas.
Hukum  Kepler  mempertanyakan  kebenaran
astronomi  dan  fisika  warisan  zaman  Aristoteles  dan  Ptolemaeus.  Ungkapan  Kepler
bahwa  Bumi  beredar  sekeliling,  berbentuk  elips  dan  bukannya  epicycle,  dan
membuktikan  bahwa  kecepatan  gerak  planet  bervariasi,  mengubah  astronomi  dan
fisika.  Hampir  seabad  kemudian,  Isaac  Newton  mendeduksi  Hukum  Kepler  dari
rumusan  hukum  karyanya,  hukum  gerak  dan  hukum  gravitasi  Newton,  dengan
menggunakan  Euclidean  geometri  klasik.
Pada  era  modern,  hukum  Kepler  digunakan
untuk  aproksimasi  orbit  satelit  dan  benda-benda  yang  mengorbit  Matahari,  yang
semuanya  belum  ditemukan  pada  saat  Kepler  hidup  (contoh:  planet  luar  dan
asteroid).  Hukum  ini  kemudian  diaplikasikan  untuk  semua  benda  kecil  yang
mengorbit  benda  lain  yang  jauh  lebih  besar,  walaupun  beberapa  aspek  seperti
gesekan  atmosfer  (contoh:  gerakan  di  orbit  rendah),  atau  relativitas  (contoh:
prosesi  preihelion  merkurius),  dan  keberadaan  benda  lainnya  dapat  membuat  hasil
hitungan  tidak  akurat  dalam  berbagai  keperluan.