Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Daftar Gaji lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB)





Lihat Juga: (Daftar Gaji Lulusan Univeristas Indonesia)(Daftar Gaji Lulusan ITS)
Data diambil berdasarkan survei alumni angkatan 2007 yang dilakukan pada tahun 2014


No. Jurusan Rata-rata Penghasilan per Bulan
38 Seni Rupa (11/28) Rp3,800,000
37 Biologi (16/44) Rp4,350,000
36 Kriya (11/26) Rp4,361,818
35 Farmasi Klinik (22/27) Rp4,647,546
34 Desain Produk (17/43) Rp4,861,765
33 Mikrobiologi (18/34) Rp5,447,222
32 Sains dan Teknologi Farmasi (48/69) Rp5,581,917
31 Desain Interior (13/37) Rp5,846,154
30 Kimia (45/83) Rp6,001,088
29 Fisika (35/73) Rp6,004,286
28 Arsitektur (38/72) Rp6,009,947
27 Oseanografi (17/31) Rp6,079,412
26 Perencanaan Wilayah dan Kota (51/80) Rp6,262,353
25 Matematika (36/65) Rp6,541,444
24 Teknik Geodesi dan Geomatika (39/69) Rp7,202,564
23 Desain Komunikasi Visual (26/42) Rp7,207,205
22 Meteorologi (4/19) Rp7,250,000
21 Aeronotika dan Astronotika (32/47) Rp7,316,591
20 Teknik Lingkungan (91/118) Rp7,679,110
19 Astronomi (13/21) Rp7,723,077
18 Teknik Sipil (92/120) Rp8,428,804
17 Teknik Material (43/58) Rp8,515,786
16 Teknik Telekomunikasi (33/46) Rp8,821,212
15 Teknik Informatika (55/83) Rp9,115,740
14 Teknik Kelautan (43/54) Rp9,123,628
13 Manajemen (55/90) Rp9,588,636
12 Teknik Pertambangan (52/57) Rp9,786,539
11 Teknik Fisika (61/91) Rp9,877,714
10 Teknik Mesin (88/105) Rp10,064,193
9 Teknik Industri (92/121) Rp10,290,551
8 Teknik Tenaga Listrik (30/40) Rp11,036,667
7 Teknik Kimia (60/97) Rp11,085,833
6 Teknik Geologi (35/44) Rp11,416,944
5 Teknik Geofisika (54/72) Rp11,657,037
4 Sistem dan Teknologi Informasi (18/36) Rp12,141,667
3 Teknik Elektro (40/80) Rp13,177,500
2 Teknik Metalurgi (13/14) Rp16,700,000
1 Teknik Perminyakan (27/33) Rp17,038,148


Contoh Pereferensian dalam Teks



Pereferensian-dalam-Teks

Sistem Harvard atau 'author-date' atau 'author-year' terdiri dari nama penulis dan tahun penerbitan karya, serta diikuti nomor halaman—bila diperlukan. Nama penulis, tahun penerbitan dan nomor halaman dapat diapit dengan sepasang tanda kurung. Sebagai contoh, Smith (2009) atau (Smith 2009) atau Smith (2009, p. 3) atau (Smith 2009, p. 3). Tidak ada tanda koma yang memisahkan antara penulis dan tahun penerbitan. Halaman-halaman, bab-bab, dan sebagainya. mengikuti tahun penerbitan didahului oleh sebuah tanda koma. Jadi, setiap kali kita merujuk, referensi dalam teks hendaknya meliputi:

1.  Nama keluarga atau nama akhir (nama paling belakang) penulis (atau editor atau badan yang menerbitkan karya yang disitir) .
2.  Tahun publikasi (edisi atau publikasi terbaru)
3.  Nomor halaman (bila diperlukan dan bila tersedia)

Dalam sistem Harvard, semua istilah seperti 'ibid', 'op cit', 'loc cit' tidak dipakai. Ada yang menggunakan 'p.', 'pp.' atau 'page' (atau dalam bahasa Indonesia: 'h.', 'hlm' atau 'halaman') untuk menandai nomor halaman. Ada yang lebih suka menghilangkan mereka. Tanda penomoran halaman 'p' mengacu kepada satu halaman tertentu (sebagai contoh, p. 5), sementara 'pp.' merujuk kepada lebih dari satu halaman (sebagai contoh, pp.23-24).
Contoh:

Dalam banyak kasus, kita hanya perlu membuat referensi dalam teks dengan menyebut nama keluarga penulis dan tahun penerbitan dan diapit oleh sepasang tanda kurung seperti contoh berikut:



 


Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan menjadi pekerja migran di negara maju (Turner 1979).



   

Atau menyebut  nama  keluarga  penulis  dan  tahun penerbitan buku yang diapit oleh sepasang tanda kurung:




 
Turner (1979) yang pertama kali mengajukan gagasan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan menjadi pekerja migran di negara maju.

Dalam dua contoh di atas, kalimat yang menyarikan pandangan utama yang diekspresikan dalam karya Turner tidak berasal dari satu halaman saja. Di samping itu, perlu dicatat bahwa rujukan yang pertama memberikan fokus kepada penulis, sedangkan yang kedua memberikan fokus kepada informasi.





 
Adams (2009, p. 12) menyatakan bahwa ’produktivitas menurun di antara 65% pekerja migran yang memiliki masalah keluarga.’                                      


   

Contoh di atas menunjukkan bahwa nomor halaman yang diberikan, yakni diapit oleh sepasang tanda kurung karena terdapat rujukan asli (dalam tanda petik) dari artikel Adams.           




 

Gagasan ini dikembangkan di Australia (Smith 1999, p.230).


 

Contoh di atas menunjukkan bahwa referensi dapat disusun dengan nama keluarga penulis, tahun penerbitan dan nomor halaman yang semuanya diapit dalam sepasang tanda kurung.




 


Kajian baru-baru ini (Delanty & He 2008, p. 3) menunjukkkan bahwa kosmopolitanisme terdapat juga di pelbagai masyarakat non-Barat.



   

Contoh di atas menunjukkan bahwa dua nama keluarga penulis dan tahun penerbitan serta nomor halaman diapit oleh sepasang tanda kurung. Bila lebih dari satu karya yang disitir, referensi harus dalam bentuk alfabetis dan menggunakan tanda titik-koma. Tahun penerbitan berurut dari yang tua (yang lebih dulu diterbitkan) ke yang muda (yang diterbitkan belakangan).





 
Sejumlah peneliti (Bond 1959, p.150; Dawn 1961, p.170; Taylor 1970) telah mengajukan argumen ini; akan tetapi, pandangan yang berlawanan juga mendapat banyak dukungan (Curran 1987; Davies 1988, p.258)


   

Penggunaan tanda titik-koma untuk memisahkan dua karya dari penulis yang sama. Bila karya dari penulis yang sama juga dipublikasikan pada tahun yang sama, tambahkan huruf-huruf kecil untuk menandai tahun publikasi dan melakukan hal yang sama untuk daftar kepustakaan.




 
Teori ini diajukan oleh Sjamsoedin (1985; 1987)





sumber:


1.      Chaer, Abdul, Drs. (2010); Bahasa Jurnalistik, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

2.      Kusmana, Suherli, Prof, Dr, MPd, H (2010); Merancang Karya Tulis Ilmiah, Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.

3.      Tri Kurnia Nurhayati (2003); Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Eksa Media, Jakarta.