Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Biologi Perilaku METODOLOGI PENGAMATAN PERILAKU HEWAN

METODOLOGI PENGAMATAN PERILAKU

1.       METODE PENGAMBILAN DATA
Dalam mengambil data perilaku hewan, dibutuhkan metode yang tepat sesuai jenis data yang diinginkan. Berikut adalah beberapa jenis metode pencatatan yang dapat dilakukan dalam pengamatan perilaku hewan.

A.     Ad Libitum
Deskripsi
Pada metode ini, pengamat mencatat seluruh perilaku yang tampak pada tiap waktunya beserta deskripsinya. Secara umum metode ini digunakan sebagai uji pendahuluan untuk melihat gambaran umum perilaku hewan tertentu. Kelemahan metode ini adalah metode yang melelahkan dan dapat memunculkan bias akibat adanya pola perilaku individu yang mencolok.
Tujuan
Identifikasi/inventarisasi dan deskripsi perilaku.
Metode
Pengamatan dilakukan secara terus-menerus. Setiap perilaku yang muncul dari objek pengamatan akan dicatat, baik melalui tulisan ataupun dokumentasi (seperti, video atau foto).
Luaran
Daftar perilaku; Deskripsi perilaku; Dokumentasi perilaku.
Analisis Data
Ethogram atau daftar perilaku.
B.      Focal Sampling
Deskripsi
Metode ini digunakan untuk mencatat semua perilaku yang dilakukan satu individu pada momen tertentu. Secara umum metode ini digunakan untuk menghasilkan activity budget time satu individu tertentu. Kelemahan metode ini adalah pengamat dapat mengamati individu selama pengamatan. Jika individu menghilang dari area pengamatan, maka pengamatan otomatis berhenti.
Tujuan
Pengamatan perilaku individu.
Metode
Individu fokus ditandai dengan cara dideskripsikan secara jelas mengenai ciri-ciri khusus. Perilaku individu fokus dicatat setiap waktu secara kontinyu. Unit terkecil durasi perilaku dapat berupa menit.
Luaran
Frekuensi perilaku; Durasi perilaku.
Analisis Data
Alokasi waktu perilaku (Activity budget).
C.     Scan Sampling
Deskripsi
Pada metode ini, pengamat mencatat jumlah individu yang melakukan aktivitas pada interval waktu tertentu.  Secara umum metode ini digunakan untuk menghasilkan activity budget yang menunjukkan pengalokasian waktu populasi tersebut pada aktivitas tertentu. Kelemahan metode ini adalah pencatatan hanya terbatas pada perilaku yang sederhana saja, sehingga perilaku yang tidak dimasukkan dalam kategori pencatatan akan dengan mudah masuk dalam kategori ‘lain-lain‘.
Tujuan
Perilaku hewan berkelompok
Metode
Daftar perilaku ditentukan terlebih dahulu (i.e., dapat berdasarkan hasil pengamatan Ad Libitum). Frekuensi perilaku (termasuk jumlah individunya) dicatat dalam turus dengan interval tertentu. Perilaku yang berlum terdapat dalam lembar pengamatan dapat ditambahkan di kolom yang tersedia.
Luaran
Frekuensi perilaku individu-individu dalam kelompok.
Analisis Data
Diagram komposisi perilaku kelompok (Behavior synchronization).

Dari segi waktu sampling, metode sampling dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
A. All Occurences
Metode ini mengambil sampel perilaku secara kontinu. Kelemahan dari metode ini adalah bersifat exhaustive dan sulit dilakukan jika individu yang diamati dalam jumlah besar.
B. Time Sampling
Metode ini mengambil sampel perilaku setiap interval waktu tertentu. Kelemahan dari metode ini adalah kurang lengkapnya data karena pencatatan hanya dilakukan tiap interval tertentu saja. Metode ini cocok dilakukan jika jumlah sampel yang diamati cukup banyak.
\

2.       JENIS DATA
Jenis data yang didapat dipengaruhi oleh metode pengamatan yang digunakan. Dari beberapa metode pengamatan di atas, dapat dihasilkan beberapa jenis data sebagai berikut:
A. Data nominal
Data nominal adalah data yang hanya memiliki atribut dan bersifat diskrit. Nilai satu nominal dengan nominal lainnya tidak ditentukan oleh besarnya angka (tidak memiliki urutan nilai).
·         Contoh data nominal : ya/tidak; bergerak/diam; duduk/berdiri/tidur
B. Data ordinal
Data ordinal adalah data yang memiliki atribut dan urutan. Nilai satu data dengan data lainnya ditentukan oleh besarnya angka.
·         Contoh data ordinal: ranking perlombaan; tingkat pendidikan, dan lain-lain.
C. Data interval
Data interval memiliki nilai jarak, sehingga data interval tidak perlu memiliki titik awal dan akhir, hanya cukup memiliki informasi perbedaan titik awal dan akhir tersebut (interval) dengan kata lain data ini tidak memiliki nilai 0 absolut.
·         Contoh data interval: suhu udara
D. Data Rasio
Data rasio dapat disebut dengan hasil perhitungan akhir dimana merupakan perbandingan dari suatu nilai dengan yang lainnya. Berbeda dengan data interval, data rasio memiliki nilai 0 absolut.
·         Contoh data rasio: berat badan, tinggi badan, dan lain-lain.

3.       METODE ANALISIS PERILAKU
Pada praktikum biologi perilaku, dapat digunakan beberapa tools untuk mempermudah pengambilan dan pengolahan data. Berikut kategori beberapa tools yang dapat digunakan:
A. Analisis Video
Jika pengamatan langsung tidak dapat berlangsung, dapat digunakan camera trap untuk merekam perilaku hewan yang akan diamati. Dalam pencatatan perilaku tersebut, dapat digunakan perangkat bantuan dalam melakukan analsis, seperti Solomon Coder (https://solomoncoder.com/download.php) untuk mempermudah pencatatan data.
B. Analisis Audio
Beberapa hewan memanfaatkan suara dalam melakukan komunikasi. Secara umum, kategori suara yang digunakan tersebut dapat berupa call (i.e., suara sederhana) maupun song (i.e., suara kompleks). Terdapat beberapa perangkat yang dapat digunakan dalam melakukan analisis suara, seperti Audacity (www.audacityteam.org/download/windows/) dan Avisoft SAS Lab (www.avisoft.com/tutorial.htm).  Pada analisis suara, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain seperti pola suara, panjang nyanyian, amplitudo, frekuensi, dan lain-lain. Melalui hal tersebut, kita dapat mengetahui aktivitas dan interaksi yang terjadi dalam intrapopulasi spesies tersebut. Berikut merupakan salah satu contoh analisis suara:


C. Analisis statistik
Dalam melakukan analisis statistik sederhana dapat digunakan Microsoft Excel dengan menggunakan Data Analysis. Untuk analisis statistik yang lebih lengkap dapat dilakukan dengan menggunakan program statistik seperti SPSS (https://www.ibm.com/analytics/spss-statistics-software).
        i.      Statistik Deskriptif
Secara deskriptif, data dapat dianalisis dengan formula-formula statistik sederhana seperti rata-rata, standar deviasi, histogram, dan berbagai grafik yang merepresentasikan data penelitian.
      ii.      Statistik Inferensial
Statistik inferential merupakan suatu prosedur untuk menentukan apakah suatu sampel data dapat merepresentasikan korelasi secara akurat di dalam suatu populasi. Pada analisis ini, kita akan menguji hipotesis terhadap suatu sampel data. Secara umum, analisis statistik terbagi ke dalam dua kategori, yaitu analisis parametrik dan non-parametrik. Penggunaan tipe analisis tersebut didasari oleh jenis data maupun tipe persebarannya. Pada jenis data numerik (i.e., interval dan rasio) dengan persebaran data normal, analisis statistik parametrik dapat digunakan, sedangkan analisis non-parametrik dilakukan pada kondisi sebaliknya (i.e., jenis data kategori: nominal dan ordinal; persebaran data tidak normal).
Selain itu, penggunaan metode analisis statistik juga didasari oleh jumlah populasi data dan variable bebas yang digunakan. Peubah acak bebas merupakan suatu parameter yang tidak terikat, dimanipulasi pada suatu pengamatan, dan dapat memengaruhi peubah acak terikat. Pada contoh kasus pengamatan dampak perbedaan tipe pangan (i.e., yang merupakan stimulus suatu perilaku) pada durasi perilaku makan suatu hewan, tipe pangan dapat dikatakan sebagai suatu peubah acak bebas sementara durasi makan merupakan peubah acak terikat.