Contoh Analisis Manajemen Produksi PT Ultra (PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY Tbk.)

Manajemen Produksi

PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY Tbk.

A. Produk

Perusahaan ultra merupakan sebuah perusahaan yang memiliki pergerakan utama pada bidang industry makanan dan minuman. Pada awal pendirian, perusahaan ini hanya memproduksi susu yang pengolahannya dilakukan secara sederhana. Dengan seiringnya waktu dan perkembangan perusahaan, PT Ultra mulai melakukan teknologi pengolahan susu UHT (Ultra High Temperature) dan teknologi pengemasan karton aseptik. Kemudian pada tahun 1978, PT Ultra mulai memproduksi minuman sari buah dengan merk dagang “Buavita”. PT Ultra juga telah menandatangani perjanjian lisensi dengan Kraft General Food Ltd, USA, untuk memproduksi dan memasarkan produk produk keju dengan merk dagang Kraft. Perjanjian tersebut membuat PT Ultra menjadi perusahaan yang tidak hanya berfokus pada produk minuman tetapi juga makanan olahan.

Secara keseluruhan, produk makanan dan minuman yang diproduksi oleh PT Ultra dibagi menjadi tiga area. Ketiga area tersebut diantara lain produk susu, teh dan minuman kesehatan, dan produk lainnya. Area produk susu menempati posisi nomor 1 dalam pangsa pasar (Market Share) sebesar dengan besaran 42%. Kelompok tersebut menawarkan berbagai produk dengan berbagai rasa dan target konsumen. Merek Ultra Milk ditargetkan untuk dewasa dan anak; merek Low Fat Hi Cal untuk para konsumen yang peduli kesehatan dan merek Ultra Mimi ditargetkan untuk anak-anak. Selain itu terdapat pula produk susu kental manis merek Cap Sapi milik PT Ultra. Selama periode akhir 2018, segmen produk susu mencapai penjualan sebesar 2.886 miliar rupiah atau sebesar 71% dari total penjualan bersih.

Kelompok produk kedua, teh dan minuman kesehatan, juga menempati urutan pertama segmen the RTD dalam kemasan karton dengan pangsa pasar melebihi 71%. Produk yang ditawarkan beragam, dari mulai teh hingga sari asem jawa. Merek Teh Kotak Jasmine Reguler dan Less Sugar menjadi produk utama kategori minuman dalam kemasan kotak. Kemudian terdapat Teh Kotak Rasa untuk menuman teh dengan rasa. Selain itu, terdapat juga variasi minuman kesehatan UHT yaitu Sari Kacang Ijo, Sari Asem Jawa dan minuman buah-buahan. Selama periode berakhir pada tahun 2018, segemen ini telah mencapai penjualan sejumlah 871 miliar atau 21% dari total penjualan bersih.

Kelompok ketiga, yaitu produk lain-lain, memiliki beberapa jenis produk yang beragam dan dihasilkan dari proses kerjasama dengan perusahaan atau entitas lain. Terdapat perjanjian pengolahan untuk produksi susu untuk entitas afiliasi PT Sanghyang Perkasa, produksi jus buah UHT menggunakan merek Buavita untuk PT Unillever Indonesia serta ekspor ke berbagai negara di Asia, Timur-Tengah, Kepulauan Pasifik, Nigeria, Australia dan Amerika. Selama periode berakhir pada 2018, segmen ini mencapai penjualan sejumlah 287 miliar atau 7,1% dari total penjualan bersih.


B. Lokasi Pabrik

             Perusahaan ini memiliki beragam fasilitas seperti kantor pusat dan pabrik produksi. Kantor pusat dan pabrik Perseroan berdiri di atas tanah milik Perseroan seluas lebih dari 20 ha yang terletak di jalan Raya Cimareme no. 131, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Lokasi ini sangat strategis karena terletak di daerah lintasan hasil peternakan dan pertanian sehingga memudahkan Perseroan untuk memperoleh pasokan bahan baku dan memudahkan pendistribusian hasil produksinya.

            Berkaitan dengan pasokan bahan baku, perusahaan ini telah menjalin hubungan jangka panjang dengan sejumlah koperasi produksi susu lokan untuk menjamin pasokan susu mentah yang stabil dan berkualitas tinggi. Salah satu mitra koperasi adalah KoperasiPeternakBandung Selatan ("KPBS"), yang merupakan koperasi peternak sapi perah di daerah Pangalengan. Jawa Barat.

            Lokasi pabrik di Bandung Barat sangatlah strategis. Selain berdekatan dengan lintasan hasil peternakan, lokasi pabrik juga memudahkan distribusi produk tidak hanya di pulau jawa, tetapi juga penyaluran ke luar pulau jawa bahkan luar negeri melalui beragam jalur pengiriman. Di pulau jawa, PT Ultra memiliki 65.000 titik penjualan dan di luar pulau jawa terdapat total 55 distributor yang menjangkau gerai-gerai pengencer di seluruh negri.

C. Perencenaan Fasilitas

            Produksi yang dilakukan oleh perusahaan PT Ultra memiliki skala yang sangat besar. Produk harus dihasilkan dalam jumlah yang besar dalam waktu sesingkat mungkin namun dengan tetap menjaga kualitas. Produksi makanan dan minuman harus memenuhi standar produksi yang tinggi, oleh karena itu, perencanaan fasilitas menjadi hal yang penting.

Dalam     memproduksi     produk-produk     makanan     dan     minuman  yang  berkualitas  tinggi,  Perseroan  menerapkan  sistem   yang   modern   dan   mutakhir   untuk   pemrosesan   pengemasan,   logistik,   dan   IT   yang   ada. Perseroan   telah   secara konsisten untuk menerapkan teknologi yang modern.Teknologi  pengolahan,  pengemasan,  logistik,  dan  IT  secara  rutin  dimutakhirkan  agar  terus  sejalan  dengan  perubahan  dan     peningkatan     teknologi.     Sedangkan     pengelolaan     persediaan barang jadi dilakukan dengan suatu sistem yang terotomatisasi dan terkomputerisasi secara penuh.Perseroan menggunakan sistem ERP Oracle  yang dirasakan dapat lebih meningkatkan kemampuan analisis operasional menjadi lebih efisien. Sistem ERP Oracle ini telah dikonfigurasikan dengan sistem koneksivitas penjualan sehingga memungkinkan Perseroan untuk dapat memantau penjualan harian di seluruh jaringan distribusi Perseroan di Pulau Jawa.Perseroan   juga   telah   menerapkan   sistem   manajemen   kinerja  usaha  Hyperion  untuk  meningkatkan  kemampuan  perencanaan usaha (budgeting)

 

D. Lingkungan Kerja & Standar produksi

            PT Ultra telah mengalami sejarah proses dan standardisasi yang panjang. Pada awalnya, proses produksi yang dilakukan hanya berfokus pada produksi susu yang dilakukan secara sederhana. Seiring dengan perkembangan perusahaan, PT Ultra telah mengembangkan standardisasi produksi. Beberapa poin dalam standarisasi produksi yang dilakukan antara lain proses produksi yang terintegrasi secara vertical di seluruh produk, peroses produksi yang terotomatisasi dengan campur tangan manusia yang minimum, menggunakan peralatan produksi dan pembungkusan aseptic yang canggih untuk menjamin standar kualitas yang tinggi serta Automated Storage and Retrieval System ("ASRS") yang efisien diimplementasikan di Gudang dengan menggunakan Automated Guided Vehicles ("AGVs"). Segala perinsip standar produksi tersebut dilakukan guna menjaga kualitas produk.



Referensi:

https://www.ultrajaya.co.id/uploads/UltrajayaAR2015FINAL.pdf

http://www.ultrajaya.co.id/uploads/2018PresentasiPerusahaanPublicExpose-Bahasa.pdf

Komentar

Rekomendasi

Tanya

Postingan populer dari blog ini

Struktur Sesorah Bahasa Jawa dan Contohnya

Struktur Pidato Biantara Bahasa Sunda

Cerita Singkat Legenda Danau Toba