Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Struktur Surat Pribadi Bahasa Sunda dan Contohnya

Struktur Surat pribadi Bahasa Sunda

  • Alamat Sarta Ping Serat (Alamat dan Tanggal Surat)

    Conto:

    Garut, 23 Agustus 208

    Tasikmalaya, 20 Maret 2020)

    Cililin, 2021

    Bandung, 2018

  • Salam Pamuka (Salam Pembuka)

    Conto:

    Assalamu’alaikum wr. wb.,

    Salam sono (Salam rindu)

    Salam kangen

    Salam deudeuh (Salam Sayang)

  • Kalimah Pamuka (Kalimat Pembuka)

    Conto:

    Kumaha damang? (Apa Kabar)

    Kumaha cageur?

  • Eusi Serat (Isi Surat)

    Conto ka hiji:

    Kuring hoyong ngedalkeun hatur nuhun seueur luhur bantuan Ibu Nurhayati salila ieu ku kituna abdi tiasa direkomendasikeun ku hulu sakola kanggo ngiring program pertukaran siswa ieu. Sarta Abdi kalintang keneh merlukeun bimbingan sarta dua ti Indung Nurhayati supados kagiatan diajar abdi salila di dieu tiasa mapan kalawan lancar sarta luyu harepan.

    Conto ka dua:

    Halo Mamat, kumaha kabar anjeun di ditu ayena? Mugia anjeun sarta kulawargi aya dina kaayaan sehat. Hanum, atos lami nya urang henteu patepang sasarengan deui, sabot urang lulus ti SMP weh, dugi ayeuna teu karasa urang arek lulus sakola SMA deui.

    Dina serat ieu oge hoyong mengabarkeun yen sanggeus lulus ti SMA, abdi bade neruskeun atikan ka Institut Teknologi Bandung. Abdi atos lami hoyong kuliah di dinya, bantosan ku du’ana nya? Lamun Hanum bade neruskeun atikan ka mana?

  • Panutup Serat (Penutup Surat)

    Conto:

    Sakieu hela sera ti abdi, mugi-mugi tiasa tepang, minggu payun. Hatur nuhun.

    Nya atos atuh ni, sakitu baé nya serat ti abdi.

    Sakitu serat anu abdi sampaikeun,hatur nuhun. )

    Sakitu baé téh anu tiasa abdi dugikeun dina serat ieu, mugia urang tiasa buru-buru kapanggih, amin.

  • Wasta Sarta Tawis (Nama dan Tanda Tangan)

    Conto:

    Rencang anjeun, Doni

    Sobat anjeun, Jajang

Pengertian & Perbedaan Feromon, Allomon, dan Kairomon beserta contohnya

SenyawaFeromonAllomonKairomon
PengertianFeromon adalah faktor kimia yang disekresikan atau diekskresikan yang memicu respons sosial pada anggota spesies yang sama. adalah suatu senyawa kimia atau campuran senyawa kimia yang dilepas oleh suatu organisme dan menimbulkan respon pada individu spesies lain. adalah suatu senyawa kimia atau campuran senyawa kimia yang dilepas oleh suatu organisme dan menimbulkan respon fisiologis dan perilaku pada individu spesies lain.
CiriMenguntungkan bagi produsen dan penerimaMenguntungkan bagi produsen dan merugikan penerima.Senyawa ini memberikan keuntungan bagi penerima
ContohKupu kupu betina memproduksi feromon untuk menarik kupu kupu jantanBunga lavender memproduksi senyawa folatil yang mengusir keberadaan nyamukPinus Ponderosa (Pinus ponderosa) menghasilkan terpene yang disebut myrcene ketika dirusak oleh kumbang pinus Barat. Senyawa tersebut dapat memikat lebih banyak kumbang ke pohon.

Cerita Singkat Legenda Parambanan, Roro Jongrang & Bandung Bondowoso

Kisah Rara Jonggrang dan Candi Prambanan

Dahulu kala ada sebuah kerajaan besar bernama Prambanan. Tetapi kemudian, Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh Negara Pengging dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso. Melihat kecantikan putri Raja Prambanan, yaitu Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso ingin menikahinya.

Jika menolak, Bandung Bondowoso akan marah dan membahayakan keluarganya dan masyarakat Prambanan. Rara Jonggrang sangat tidak menyukai Bandung Bondowoso. Akhirnya Roro Jonggrang setuju dengan syarat, Bandung Bondowoso harus membuat 1000 candi dalam satu malam. Bandung Bondowoso menyanggupi persaratan tersebut dan memerintahkan pasukan jin untuk membangun ke 1000 candi tersebut

Dalam waktu singkat para jin hampir menyelesaikan seribu buah candi. Sementara itu, Roro Jonggrang diam-diam mengamati dari kejauhan. Khawatir 1000 candi akan terselesaikan, Roro jongrang memerintahkan para pelayan kerajaan untuk berkumpul dan membakar jerami.

Para jin mengira sinar terang dari api sebagai fajar dan bergegas meninggalkan tempat itu. Roro Jonggrang segera menghitung jumlah candi. Ternyata hanya ada 999 buah dan Bandung Bondowoso pun gagal memenuhi persyaratan

Dia menjadi sangat marah dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi ke 1000. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan berada di kawasan Prambanan, Jawa Tengah disebut Candi Roro Jonggrang.

Protein & Enzim Replikasi DNA Beserta dengan fungsinya

Protein Fungsi
HelikaseMembuka uliran heliks ganda induk pada garpu replikasi
Protein pengikatan beruntai tunggalBerikatan dengan dan menstabilkan DNA Beruntai ganda hingga dapat digunakan sebagai cetakan
TopoisomeraseMengurai tegangan 'Pembukaan berlebihan' di depan garpu replikasi melalui pematahan, pemuntiran, dan penggabungan kembali untai DNA.
PrimaseMenyintesis primer RNA di ujung 5' untai maju dan masing-masing fragmen Okazaki dari untai lamban
DNA Polimerase IIIMenggunakan DNA induk sebagai cetakan, menyintesis untai DNA baru dengan cara menambahkan nukleotida secara kovalen ke ujung 3' dari untai DNA atau primer RNA yang telah ada sebelumnya
DNA Polimerase IMenyingkirkan nukleotida-nukleotida RNA primer dari ujung 5' dan menggantikannya dengan nukelotida-nukelotida DNA
DNA ligaseMenggabungkan ujung 3' dari DNA yang menggantikan primer ke bagian lain dari untai maju dan menggabungkan fragmen-fragmen Okazaki untai lamban

Pengertian dan Perbedaan Mutasi Silent, Missense dan Nonsense Mutation

1. Silent Mutation (Mutasi Bisu)

Merupakan mutasi yang tidak menghasilkan perubahan fenotipe. Ini dapat terjadi jika:

Perubahan urutan nukleotida tidak menghasilkan perubahan asam amino yang sesuai. Misalnya jika kodon UUU diubah menjadi kodon UUC, ini akan menjadi mutasi diam karena UUU dan UUC sama-sama dengan fenilalanin asam amino.

Mutasi terjadi pada exon (bagian non-coding DNA), dan oleh karena itu tidak mempengaruhi urutan asam amino dari protein yang dihasilkan.

Perubahan urutan nukleotida menghasilkan asam amino baru, tetapi asam amino yang memiliki sifat yang sama dengan asam amino digantikannya sehingga keseluruhan protein terus berfungsi normal.

2. Missense Mutation

Mutasi pada DNA menyebabkan satu asam amino ditukar dengan yang lain.

Ini menghasilkan perubahan pada struktur utama protein yang dapat menguntungkan, netral, atau merusak.

3. Nonsensee Mutation

Jenis mutasi ini menyebabkan perubahan urutan nukleotida yang menghasilkan kodon stop awal (UAA, UAG, UGA).

Hal ini dapat menyebabkan polipeptida yang pendek dan tidak lengkap

Mutasi yang tidak masuk akal biasanya merupakan mutasi yang cukup besar dan seringkali merugikan.

Proses melelehnya Salju Abadi Puncak Jaya Papua

Proses melelehnya salju di Papua

30 Perbedaan Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif beserta contohnya



NomorKarakteristikGram-Positif BakteriaGram-Negatif Bakteria
1. Reaksi GramMempertahankan pewarna kistal violet dengan warna biru atau ungu dalam pewarnaan gramMempertahanan Safranin dengan warna merah atau merah muda setelah proses pembilasan.
2. Ketebalan Dinding selTebal (20-80 nm)Tipis (8-10 nm)
3. Lapisan PeptidoglycanTebal (Berlapis-lapis)Tipis (Satu Lapis)
4. Rigiditas dan ElastisitasKaku dan kurang elastisKurang kaku dan lebih elastis
5. Outer Membrane (Membran Luar)Tidak AdaAda
6. Variasi Asam Amino dalam Dinding SelSedikitBanyak
7. Asam amino dengan gugus Aromatik and sulfur pada dinding selTidak AdaAda
8. Ruang PeriplasmikTidak AdaAda
9. Asam TeichoicKebanyakan AdaTidak Ada
10.PorinTidak AdaAda
11.Lipopolysaccharide (LPS)Umumnya Tidak adaTinggi
12.Kandungan Lipid Dan LipoproteinRendah (acid-fast bacteria memiliki lipid yang berikatan dengan peptidoglycan)Tinggi (Karena Keberadaan membran luar)
13.Ratio of RNA:DNA8 banding 11 Banding 1
14.MesosomesLebih prominenKurang prominen
15.Struktur Flagella2 cincin pada basal body4 cicin pada basal body
16.MagnetosomesBiasanya tidak ada.Kadang kala ada.
17.MorfologiBiasanya kokus atau batang yang membentuk spora (Kecuali : Lactobacillus dan Corynebacterium)Biasanya batang yang tidak membentuk spora (Kecuali : Neisseria)
18.EndosporaBeberapa membentuk endospora pada kondisi yang tidak menguntungkanSecara umum tidak ditemukan
19.ToxinExotoxinsEndotoxins atau Exotoxins
20.PatogenHanya beberapa yang merupakan patogenKebanyakan adalah patogen
21.Kebutuhan NutrisiKompleksSederhana
22.Resistensi terhadap ganguan fisikTinggiRendah
23.Cell Wall Disruption by LysozymeTinggiRendah
24.Kerawanan terhadap Penicillin dan SulfonamideTinggiRendah
25.Kerawanan terhadap Streptomycin, Chloramphenicol dan TetracyclineRendahTinggi
26.Inhibisi terhadap pewarnaTinggiRendah
27.Kerawanan terhadap Deterjen AnionTinggiRendah
28. Resistensi terhadap Sodium AzideTinggiRendah
29.Resistensi terhadap kekeringanTinggiRendah
30.ContohStaphylococcusEscherichia
--StreptococcusSalmonella
--BacillusKlebsiella
--ClostridiumProteus
--EnterococcusHelicobacter
---Pseudomonas

Cerita Singkat Legenda Tangkuban Perahu

Legenda Tangkuban Perahu

Dahulu kala di tanah Pasundan, Jawa Barat, ada seorang dewi surgawi yang cantik jelita. Namanya Dayang Sumbi. Dia tinggal di sebuah gubuk di hutan bersama anjing setianya, Tumang.

Suatu hari, saat menenun kain, dia kehilangan salah satu alatnya. Bosan mencari kemana-mana, Dayang Sumbi berkata pada dirinya sendiri, “Barangsiapa bisa menemukan alat yang hilang dan mengembalikannya kepadaku, jika dia laki-laki, aku akan menjadikannya seorang suami dan jika dia perempuan, aku akan menjadikannya besar. saudara "

Yang mengejutkan, Tumang menemukan alat dan mengembalikannya kepadanya. Mau tidak mau, Dayang Sumbi harus memenuhi janjinya sendiri untuk menikahi Tumang, yang dulunya pernah dikutuk oleh penyihir jahat menjadi seekor anjing.

Secara kebetulan Dayang Sumbi melahirkan seorang bayi laki-laki dan menamakannya Sangkuriang. Sangkuriang tumbuh menjadi remaja sehat yang suka berburu binatang di hutan. Dayang Sumbi tidak pernah memberi tahu Sangkuriang bahwa Tumang adalah ayahnya.

Suatu hari, Sangkuriang dan Tumang sedang berburu rusa di hutan. Segera mereka bertemu dengan babi hutan. Sangkuriang bertanya-tanya, "Mengapa tidak ada rusa hari ini? Tapi, saya pikir babi hutan tidak akan membuat perbedaan." Sangkuriang berteriak Tumang, "Pergi dan lawan babi hutan. Bunuh saja untukku!"

Anehnya, Tumang tidak membunuh babi hutan karena babi hutan tersebut adalah ibu Dayang Sumbi. Babi itu pergi dengan selamat. Ini membuat Sangkuriang sangat marah, dia membunuh Tumang. Kemudian, dia mengambil hati seekor anjing dan memberikannya kepada Dayang Sumbi.

Setelah makan hati tersebut, Dayang Sumbi bertanya kepada Sangkuriang, "Ngomong-ngomong, di mana Tumang? Saya belum pernah melihatnya sejak Anda kembali dari berburu. "

"Ibu," jawab Sangkuriang pelan. "Saya membunuh Tumang karena ketidaktaatan. Hati yang Anda makan adalah hati Tumang."

"Kamu! Kamu adalah anak yang bodoh!" Teriak Dayang Sumbi sambil memukulkan sendok sup ke kepala Sangkuriang dengan keras hingga kepalanya berdarah. "Pergi dari mukaku, dasar pembunuh. Beraninya kamu membunuh ayahmu sendiri? Kamu adalah anak yang tidak berguna!"

Dengan kepala yang berdarah, Sangkuriang lari ke hutan dan naik ke bukit. Bertahun-tahun berlalu, Sangkuriang berubah menjadi pemburu yang tampan dan terampil. Dia telah melupakan semua masa lalu yang pahit karena dia telah kehilangan ingatannya. Dia bahkan lupa namanya.

Suatu hari, Sangkuriang bertemu dengan seorang wanita cantik di hutan yang dia cintai. Wanita itu adalah Dayang Sumbi, yang tidak bisa menjadi tua karena dia seorang dewi. Sangkuriang tidak mengenali ibunya sendiri, tetapi Dayang Sumbi mengenali Sangkuriang dari bekas luka lama di kepalanya.

Mabuk cinta, Sangkuriang melamarnya. Untuk menghindari pernikahan terlarang antara ibu dan anak, Dayang Sumbi memintanya untuk membuat danau dan perahu dalam satu malam sebagai hadiah pernikahan untuknya. Dengan bantuan makhluk gaib dari hutan, Sangkuriang membangun sebuah danau dan perahu. Dayang Sumbi mengetahuinya dan ia mengelabui para jin dengan menyulut api sehingga seolah olah matahari telah terbit. Mengetahui hal tersebut, Sangkuriang sangat marah sehingga dia menendang perahu dan perahu itu terbalik. Ini menjadi gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat.

Legenda Indonesia: Tangkuban Perahu Bahasa Inggris

Once upon a time in the land of Pasundan, West Java, there was a beautiful heavenly goddess. Her name is Dayang Sumbi. He lives in a hut in the forest with his loyal dog, Tumang.

One day, while weaving cloth, she lost one of the tools. Being tired of looking everywhere, Dayang Sumbi said to herself, "Whoever can find a lost tool and give it back to me, if he was a man, I would make him a husband and if he was a girl, I would make him big brother "

To his surprise, Tumang found a tool and returned it to him. Like it or not, Dayang Sumbi had to fulfill her own promise to marry Tumang, who had been a person who had been cursed by an evil witch to become a dog.

By chance Dayang Sumbi gave birth to a baby boy and named him Sangkuriang. Sangkuriang grew up to be a healthy teenager who liked to hunt animals in the forest. Dayang Sumbi never told Sangkuriang that Tumang was her father.

One day, Sangkuriang and Tumang were hunting deer in the forest. Soon they met a wild boar. Sangkuriang wondered, "Why are there no deer today? But, I thought the wild boar wouldn't make any difference." Sangkuriang shouted Tumang, "Go and fight the wild boar. Just kill it for me!"

Surprisingly, Tumang did not kill the wild boar because the wild boar was actually Dayang Sumbi's mother. The boars go safely. This made Sangkuriang very angry, he killed Tumang. Then, he took out a dog's heart and gave it to Dayang Sumbi.

After eating liver, Dayang Sumbi asked Sangkuriang, "By the way, where is Tumang? I haven't seen her since you came back from hunting. "

"Mother," answered Sangkuriang quietly. "I killed Tumang for disobedience. The liver you eat is really Tumang's liver."

"You! You are an ignorant child!" Shouted Dayang Sumbi, hitting the soup spoon against Sangkuriang's head hard until his head was bleeding. "Get out of my face, you murderer. How dare you kill your own father? You are a useless boy!"

Bleeding in the head, Sangkuriang fled into the forest and went up to the hill. Years passed, Sangkuriang turned into a handsome and skilled hunter. He had forgotten all the bitter past because he had lost his memory. He even forgot his name.

One day, Sangkuriang met a beautiful woman in the forest with whom he fell in love. The woman was Dayang Sumbi, who could not grow old because she was a goddess. Sangkuriang did not recognize his own mother, but Dayang Sumbi recognized Sangkuriang from the old scar on his head.

Drunk in love, Sangkuriang proposed to marry him. To avoid the forbidden marriage between a mother and a son, Dayang Sumbi asked her to make a lake and a boat in one night as a wedding gift for him. With the help of supernatural beings from the forest, Sangkuriang built a lake and a boat. Dayang Sumbi knew about it and she tricked Sangkuriang so that the job was not fully carried out. Knowing this, Sangkuriang was so angry that he kicked the boat and the boat capsized. This became the Tangkuban Perahu mountain in West Java.

La historia de Rara Jonggrang y el templo de Prambanan, Indonesia

La historia de Rara Jonggrang y el templo de Prambanan, Indonesia

Érase una vez, hace mucho tiempo, había un gran reino llamado Prambanan. La gente vive en paz y en paz. ¿Pero qué pasó entonces? El reino de Prambanan fue atacado y colonizado por el país Pengging. La paz del Reino de Prambanan se vio perturbada. Los soldados no pudieron hacer frente a los ataques de las fuerzas de Pengging. Finalmente, el reino de Prambanan estaba controlado por Pengging y dirigido por Bandung Bondowoso.

Bandung Bondowoso es un jefe cruel. "¡Cualquiera que no obedezca mis órdenes estará sujeto a un castigo severo!", Dijo Bandung Bondowoso a su gente. Bandung Bondowoso es una persona poderosa y tiene un ejército de genios. No mucho después de estar en el poder, a Bandung Bondowoso le gustaba observar los movimientos de Roro Jonggrang, la hermosa hija del rey Prambanan. "Princesa hermosa. Quiero que sea mi reina ”, pensó Bandung Bondowoso.

Al día siguiente, Bondowoso se acercó a Roro Jonggrang. "Eres tan hermosa, ¿serás mi reina?" Preguntó Bandung Bondowoso a Roro Jonggrang. Rara Jonggrang jadeó al escuchar la pregunta de Bondowoso. "Este hombre es tan presuntuoso, no me conoce de inmediato, quiere que sea su emperatriz", se dijo Roro Jongrang. "¿Qué tengo que hacer?" Roro Jonggrang se confundió. Sus pensamientos daban vueltas.

Si se niega, Bandung Bondowoso se pondrá furioso y pondrá en peligro a su familia y a la gente de Prambanan. Decir que sí también es imposible, porque a Rara Jonggrang realmente no le gusta Bandung Bondowoso. "¿Qué te parece, Rara Jonggrang?" insistió Bondowoso. Finalmente, Roro Jonggrang tuvo una idea. "Estoy dispuesto a ser tu esposa, pero hay condiciones", dijo. "¿Cuáles son las condiciones? ¿Quieres una gran cantidad de tesoros? ¿O un palacio magnífico?". "Eso no, mi señor, dijo Roro Jonggrang. Le pido un templo, el total debe ser de mil. "¿Mil piezas?" gritó Bondowoso. "Sí, y el templo debe terminarse de la noche a la mañana". Bandung Bondowoso miró a Rara Jonggrang, sus labios temblaban de ira.

Desde entonces, Bandung Bondowoso ha pensado en cómo construir 1000 templos. Finalmente le preguntó a su consejero. "¡Creo que mi maestro puede construir el templo con la ayuda de Jin!", Dijo el consejero. "Sí, tu sugerencia es correcta, ¡prepara el equipo que necesito!" Después de que el equipo esté preparado. Bandung Bondowoso se encuentra frente al altar de piedra. Sus brazos se abrieron ampliamente. "¡Tropas de genios, ayúdame!" gritó con voz atronadora. En poco tiempo, el cielo se oscureció. El viento aullaba. Un momento después, los genios ya rodearon a Bandung Bondowoso. "¿Qué debemos hacer señor?" Preguntó el líder del genio. "Ayúdame a construir mil templos", suplicó Bandung Bondowoso.

Los genios se mudaron inmediatamente de aquí para allá, cumpliendo con sus respectivos deberes. En poco tiempo los edificios del templo estuvieron compuestos por casi mil piezas. Mientras tanto, Roro Jonggrang estaba observando en secreto desde la distancia. Estaba preocupado, sabiendo que Bondowoso estaba asistido por un escuadrón de genios. "Wow, ¿cómo es esto?" Se dijo Rara Jonggrang a sí mismo. Estaba buscando una forma. Ordenó a las doncellas reales que se reunieran y se le asignó la tarea de recoger paja. "¡Queme rápidamente todo el heno!" ordenó Rara Jonggrang. Ordenó a otras sirvientas que golpearan un mortero. ¡Estiércol ... estiércol ... estiércol! Un tinte rojo irradió hacia el cielo acompañado de un sonido frenético, por lo que fue como un amanecer.

Los genios pensaron que era el amanecer. "¡Vaya, saldrá el sol!" exclamó el genio. "Debemos irnos inmediatamente antes de que el sol queme nuestros cuerpos", continuó el otro genio. Los demonios se apresuraron a dejar ese lugar. Bandung Bondowoso se sorprendió por el pánico de las tropas de genios. Por la mañana, Bandung Bondowoso llevó a Loro Jonggrang al templo. "¡El templo que pediste está en pie!". Loro Jonggrang contó inmediatamente el número de templos. ¡Resultó que solo había 999 piezas! "¡El número es menor que uno!" exclamó Loro Jonggrang. "Significa que el máster no ha cumplido con los requisitos que presenté". Bandung Bondowoso se sorprendió al enterarse de esta deficiencia.

Se enojó mucho. "Es imposible ...", dijo Bondowoso, mirando a Loro Jonggrang. "¡Entonces lo completas!" dijo, señalando con el dedo a Loro Jonggrang. ¡Maravilloso! Loro Jonggrang se convirtió inmediatamente en una estatua de piedra. Hasta ahora, estos templos todavía existen y están ubicados en el área de Prambanan, Java Central y se llaman Templo Loro Jonggrang.

Die Geschichte von Rara Jonggrang und Prambanan Temple, Indonesien

Die Geschichte von Rara Jonggrang und Prambanan Temple, Indonesien

Es war einmal vor langer Zeit ein großes Königreich namens Prambanan. Die Menschen leben friedlich und friedlich. Aber was ist dann passiert? Das prambananische Königreich wurde vom Pengging-Land angegriffen und kolonisiert. Der Frieden des Prambanan-Königreichs war gestört. Die Soldaten konnten sich den Angriffen der Pengging-Streitkräfte nicht stellen. Schließlich wurde das prambananische Königreich von Pengging kontrolliert und von Bandung Bondowoso geführt.

Bandung Bondowoso ist ein grausamer Chef. "Jeder, der meinen Befehlen nicht gehorcht, wird streng bestraft!", Sagte Bandung Bondowoso zu seinem Volk. Bandung Bondowoso ist eine mächtige Person und hat eine Armee von Genies. Kurz nach seiner Machtübernahme beobachtete Bandung Bondowoso gern die Bewegungen von Roro Jonggrang, der schönen Tochter von König Prambanan. "Schöne Prinzessin. Ich möchte, dass sie meine Königin ist “, dachte Bandung Bondowoso

Am nächsten Tag näherte sich Bondowoso Roro Jonggrang. "Du bist so schön, wirst du meine Königin sein?" Fragte Bandung Bondowoso nach Roro Jonggrang. Rara Jonggrang schnappte nach Luft und hörte Bondowosos Frage. "Dieser Mann ist so anmaßend, er kennt mich nicht sofort, er möchte, dass ich seine Kaiserin bin", sagte sich Roro Jongrang. "Was soll ich machen?" Roro Jonggrang wurde verwirrt. Seine Gedanken drehten sich.

Wenn er sich weigert, wird Bandung Bondowoso wütend sein und seine Familie und die Menschen in Prambanan gefährden. Ja zu sagen ist auch unmöglich, weil Rara Jonggrang Bandung Bondowoso wirklich nicht mag. "Wie wäre es, Rara Jonggrang?" bestand Bondowoso. Schließlich hatte Roro Jonggrang eine Idee. "Ich bin bereit, Ihre Frau zu sein, aber es gibt Bedingungen", sagte er. "Was sind die Bedingungen? Willst du eine Fülle von Schätzen? Oder einen prächtigen Palast?". "Nicht das, mein Herr, sagte Roro Jonggrang. Ich frage einen Tempel, die Summe muss tausend sein. "Tausend Stücke?" schrie Bondowoso. "Ja, und der Tempel muss über Nacht fertig sein." Bandung Bondowoso starrte Rara Jonggrang mit vor Wut zitternden Lippen an.

Seitdem hat Bandung Bondowoso darüber nachgedacht, wie man 1000 Tempel baut. Schließlich fragte er seinen Berater. "Ich glaube, mein Meister kann den Tempel mit Hilfe des Jin bauen!", Sagte der Berater. "Ja, dein Vorschlag ist richtig, bereite die Ausrüstung vor, die ich brauche!" Nachdem das Gerät vorbereitet ist. Bandung Bondowoso steht vor dem Steinaltar. Ihre Arme breiteten sich aus. "Genie-Truppen, hilf mir!" schrie er mit donnernder Stimme. Es dauerte nicht lange, bis sich der Himmel verdunkelte. Der Wind heulte. Einen Moment später umringten die Genies bereits Bandung Bondowoso. "Was sollen wir tun, Sir?" Fragte der Anführer des Geistes. "Hilf mir, tausend Tempel zu bauen", flehte Bandung Bondowoso.

Die Genies zogen sofort hier und da um und erfüllten ihre jeweiligen Aufgaben. In kurzer Zeit bestanden die Tempelgebäude aus fast tausend Teilen. Währenddessen beobachtete Roro Jonggrang heimlich aus der Ferne. Er war besorgt und wusste, dass Bondowoso von einem Genie-Team unterstützt wurde. "Wow, wie ist das?" Sagte Rara Jonggrang zu sich. Er suchte nach einem Weg. Er befahl den königlichen Dienstmädchen, sich zu versammeln, und wurde beauftragt, Stroh zu sammeln. "Verbrenne schnell das ganze Heu!" befahl Rara Jonggrang. Er befahl einigen anderen Dienstmädchen, einen Mörser zu schlagen. Mist ... Mist ... Mist! Ein roter Schimmer strahlte in den Himmel, begleitet von einem rasenden Geräusch, also war es wie eine Morgendämmerung.

Die Genies dachten, es sei Morgengrauen. "Wow, die Sonne wird aufgehen!" rief der Geist aus. "Wir müssen sofort gehen, bevor unser Körper von der Sonne verbrannt wird", fuhr der andere Geist fort. Die Dämonen rappelten sich auf, um diesen Ort zu verlassen. Bandung Bondowoso war überrascht über die Panik der Genie-Truppen. Am Morgen brachte Bandung Bondowoso Loro Jonggrang zum Tempel. "Der Tempel, nach dem du gefragt hast, steht!" Loro Jonggrang zählte sofort die Anzahl der Tempel. Es stellte sich heraus, dass es nur 999 Stück gab! "Die Zahl ist kleiner als eins!" rief Loro Jonggrang aus. "Dies bedeutet, dass der Master die von mir eingereichten Anforderungen nicht erfüllt hat." Bandung Bondowoso war überrascht, von diesem Mangel zu erfahren.

Er wurde sehr wütend. "Es ist unmöglich ...", sagte Bondowoso und starrte Loro Jonggrang an. "Dann vervollständigst du es!" sagte er und zeigte mit dem Finger auf Loro Jonggrang. Wunderbar! Loro Jonggrang verwandelte sich sofort in eine Steinstatue. Bis jetzt existieren diese Tempel noch und befinden sich im Prambanan-Gebiet in Zentral-Java und werden Loro Jonggrang-Tempel genannt.

L'histoire de Rara Jonggrang et du temple Prambanan, Indonesie

L'histoire de Rara Jonggrang et du temple Prambanan

Il était une fois, il y a longtemps, un grand royaume appelé Prambanan. Les gens vivent paisiblement et paisiblement. Mais que s'est-il passé alors? Le royaume de Prambanan a été attaqué et colonisé par le pays Pengging. La paix du royaume de Prambanan a été perturbée. Les soldats n'ont pas pu faire face aux attaques des forces Pengging. Enfin, le royaume de Prambanan était contrôlé par Pengging et dirigé par Bandung Bondowoso.

Bandung Bondowoso est un boss cruel. "Quiconque n'obéit pas à mes ordres sera passible de sévères punitions!", A déclaré Bandung Bondowoso à son peuple. Bandung Bondowoso est une personne puissante et possède une armée de génies. Peu de temps après son arrivée au pouvoir, Bandung Bondowoso aimait observer les mouvements de Roro Jonggrang, la belle fille du roi Prambanan. "Belle princesse. Je veux qu'elle soit ma reine », a pensé Bandung Bondowoso.

Le lendemain, Bondowoso s'est approché de Roro Jonggrang. "Tu es si belle, veux-tu être ma reine?" Demandé Bandung Bondowoso à Roro Jonggrang. Rara Jonggrang haleta en entendant la question de Bondowoso. "Cet homme est tellement présomptueux, il ne me connaît pas tout de suite, il veut que je sois son impératrice", se dit Roro Jongrang. "Que devrais-je faire?" Roro Jonggrang est devenu confus. Ses pensées tournaient.

S'il refuse, Bandung Bondowoso sera furieux et mettra en danger sa famille et les habitants de Prambanan. Dire oui est également impossible, car Rara Jonggrang n'aime vraiment pas Bandung Bondowoso. «Et pour ça, Rara Jonggrang? insista Bondowoso. Finalement, Roro Jonggrang a eu une idée. «Je suis prêt à être votre femme, mais il y a des conditions», dit-il. "Quelles sont les conditions? Vous voulez une abondance de trésors? Ou un palais magnifique?". "Pas ça, mon seigneur, dit Roro Jonggrang. Je demande un temple, le total doit être un millier. «Mille pièces? cria Bondowoso. "Oui, et le temple doit être terminé du jour au lendemain." Bandung Bondowoso fixait Rara Jonggrang, ses lèvres tremblantes de colère.

Depuis, Bandung Bondowoso a réfléchi à la construction de 1000 temples. Finalement, il a demandé à son conseiller. "Je crois que mon maître peut construire le temple avec l'aide des Jin!", A déclaré le conseiller. "Oui, votre suggestion est juste, préparez l'équipement dont j'ai besoin!" Une fois l'équipement préparé. Bandung Bondowoso se tient devant l'autel de pierre. Ses bras se sont largement écartés. "Troupes de génie, aidez-moi!" cria-t-il d'une voix tonitruante. Avant longtemps, le ciel s'assombrit. Le vent hurlait. Un instant plus tard, les génies encerclaient déjà Bandung Bondowoso. «Que devons-nous faire monsieur? Demanda le chef du génie. "Aidez-moi à construire mille temples", a plaidé Bandung Bondowoso.

Les génies se déplaçaient immédiatement ici et là, s'acquittant de leurs tâches respectives. En peu de temps, les bâtiments du temple étaient composés de près d'un millier de pièces. Pendant ce temps, Roro Jonggrang observait secrètement à distance. Il était inquiet, sachant que Bondowoso était assisté par une équipe de génie. «Wow, comment est-ce? Se dit Rara Jonggrang. Il cherchait un moyen. Il ordonna aux femmes de chambre royales de se rassembler et fut chargé de ramasser la paille. "Brûlez rapidement tout le foin!" commanda Rara Jonggrang. Il a ordonné à d'autres servantes de marteler un mortier. Bouse ... bouse ... bouse! Une teinte rouge rayonnait dans le ciel accompagnée d'un son frénétique, donc c'était comme une aube naissante.

Les génies pensaient que c'était l'aube. "Wow, le soleil se lèvera!" s'écria le génie. "Nous devons partir immédiatement avant que nos corps ne soient brûlés par le soleil", a poursuivi l'autre génie. Les démons se sont précipités pour quitter cet endroit. Bandung Bondowoso a été surpris par la panique des troupes de génie. Dans la matinée, Bandung Bondowoso a emmené Loro Jonggrang au temple. "Le temple que vous avez demandé est debout!". Loro Jonggrang a immédiatement compté le nombre de temples. Il s'est avéré qu'il n'y avait que 999 pièces! "Le nombre est inférieur à un!" s'exclama Loro Jonggrang. "Cela signifie que le maître n'a pas satisfait aux exigences que j'ai soumises". Bandung Bondowoso a été surpris d'apprendre cette lacune.

Il est devenu très en colère. "C'est impossible ...", a déclaré Bondowoso, fixant Loro Jonggrang. "Alors vous le complétez!" dit-il en pointant son doigt vers Loro Jonggrang. Merveilleux! Loro Jonggrang s'est immédiatement transformé en statue de pierre. Jusqu'à présent, ces temples existent toujours et sont situés dans la région de Prambanan, au centre de Java et sont appelés temple Loro Jonggrang.

Legenda Indonesia: Roro Jongrang dan Candi Prambanan Bahasa Inggris

The story of Rara Jonggrang and Prambanan Temple

Once upon a time, long ago there was a large kingdom called Prambanan. The people live peacefully and peacefully. But what happened then? The Prambanan kingdom was attacked and colonized by the Pengging country. The peace of the Prambanan Kingdom was disturbed. The soldiers were unable to face the attacks of the Pengging forces. Finally, the Prambanan kingdom was controlled by Pengging, and led by Bandung Bondowoso.

Bandung Bondowoso is a cruel boss. "Anyone who does not obey my orders will be subject to severe punishment!", Said Bandung Bondowoso to his people. Bandung Bondowoso is a powerful person and has an army of genies. Not long after he was in power, Bandung Bondowoso liked to observe the movements of Roro Jonggrang, the beautiful daughter of King Prambanan. “Beautiful princess. I want her to be my queen, ”thought Bandung Bondowoso.

The next day, Bondowoso approached Roro Jonggrang. "You are so beautiful, will you be my queen?" Asked Bandung Bondowoso to Roro Jonggrang. Rara Jonggrang gasped, hearing Bondowoso's question. "This man is so presumptuous, he doesn't know me right away, he wants me to be his empress", said Roro Jongrang to himself. "What should I do ?". Roro Jonggrang became confused. His thoughts were spinning.

If he refuses, Bandung Bondowoso will be furious and endanger his family and the people of Prambanan. To say yes is also impossible, because Rara Jonggrang really doesn't like Bandung Bondowoso. "How about it, Rara Jonggrang?" insisted Bondowoso. Finally, Roro Jonggrang got an idea. "I am willing to be your wife, but there are conditions," he said. "What are the conditions? Want an abundance of treasures? Or a magnificent palace? ”. "Not that, my lord, said Roro Jonggrang. I ask a temple, the total must one thousands. "A thousand pieces?" shouted Bondowoso. "Yes, and the temple must be finished overnight." Bandung Bondowoso stared at Rara Jonggrang, his lips trembling with anger.

Since then Bandung Bondowoso has thought about how to build 1000 temples. Finally he asked his advisor. "I believe my master can build the temple with the help of the Jin!", Said the advisor. "Yes, your suggestion is right, prepare the equipment I need!" After the equipment is prepared. Bandung Bondowoso stands in front of the stone altar. Her arms spread wide. "Genie troops, help me!" he shouted in a thunderous voice. Before long, the sky darkened. The wind howled. A moment later, the genies already surrounded Bandung Bondowoso. "What should we do sir?" Asked the leader of the genie. "Help me build a thousand temples," pleaded Bandung Bondowoso.

The genies immediately moved here and there, carrying out their respective duties. In a short time the temple buildings were composed of nearly a thousand pieces. Meanwhile, Roro Jonggrang was secretly observing from a distance. He was worried, knowing that Bondowoso was assisted by a genie squad. "Wow, how is this?" Said Rara Jonggrang to himself. He was looking for a way. He ordered the royal maids to gather and was assigned to collect straw. "Quickly burn all the hay!" commanded Rara Jonggrang. He ordered some other maids to pound a mortar. Dung ... dung ... dung! A red tinge radiated into the sky accompanied by a frenzied sound, so it was like a breaking dawn.

The genies thought it was dawn. "Wow, the sun will rise!" exclaimed the genie. "We must leave immediately before our bodies are scorched by the sun," continued the other genie. The demons scrambled to left that place. Bandung Bondowoso was surprised at the panic of the genie troops. In the morning, Bandung Bondowoso took Loro Jonggrang to the temple. "The temple you asked for is standing!". Loro Jonggrang immediately counted the number of the temples. It turned out that there were only 999 pieces! "The number is less than one!" exclaimed Loro Jonggrang. "It means the master has failed to meet the requirements that I submitted". Bandung Bondowoso was surprised to learn about this shortcoming.

He became very angry. "It's impossible ...", said Bondowoso, glaring at Loro Jonggrang. "Then you complete it!" he said, pointing his finger at Loro Jonggrang. Wonderful! Loro Jonggrang immediately turned into a stone statue. Until now, these temples still exist and are located in the Prambanan area, Central Java and are called Loro Jonggrang Temple.

Définition de Qanaah et Tasamuh et c'est un exemple

 Qu'est-ce que Qanaah et Tasamuh


A. Qana'ah
 

Qu'est-ce que la qana'ah?
Qana'ah est une attitude d'être prêt à accepter et à se sentir suffisant pour les résultats qu'il gagne et à se distancier de se sentir insatisfait et se sentir moins. Les gens qui ont des caractéristiques de qana'ah ont la conviction que ce qui est obtenu ou ce qu'ils contiennent est la volonté d'Allah.
Exemples de qanaah:
1. Recevoir des résultats d'examen gracieux.
2. Continuez à étudier dur même si vous avez de mauvaises notes.
3. Acceptez volontiers les résultats du rizki donné par Dieu.
4. Ne vous plaignez pas de l'argent donné par les parents.
5. Faites de votre mieux et acceptez le résultat.

B. Tolérance / Tasamuh 

Qu'est-ce que Tasamuh?
La tolérance est une attitude de respect envers les autres pour exercer ses droits. La tolérance ne se limite qu'aux relations homme-homme et ne doit pas dépasser les règles religieuses. La tolérance n'est pas autorisée en ce qui concerne l'adoration.

Exemples de comportement de Tasamuh:
1. Ne dérangez pas les amis de différentes religions pendant qu'ils étudient.
2. Permettre aux personnes de différentes religions d'adorer.
3. Respectez les opinions des autres lors de la discussion.
4. Maintenir l'harmonie entre les communautés religieuses.
5. Établissez de bonnes relations avec les différentes religions.

Definition of Qanaah and Tasamuh, and examples

 What is Qanaah and Tasamuh

A. Qana’ah
1. What is qana’ah?
Qana'ah is an attitude of being willing to accept and feel sufficient for the results it earns and to distance oneself from feeling dissatisfied and feeling less. People who have qana'ah characteristics have the conviction that what is obtained or what is in them is the will of Allah.
Examples of qanaah:
1. Receiving graceful examination results.
2. Keep studying hard even if you get bad grades.
3. Willingly accept the results of the rizki given by God.
4. Do not complain about money given by parents.
5. Try your hardest and accept the result.

B. Tolerance/Tasamuh
1. What is Tasamuh
Tolerance is an attitude of respect for others to carry out her rights. Tolerance is only limited to human-human relations and should not exceed religious rules. Tolerance is not allowed when it comes to worship.

Examples of Tasamuh behavior:
1. Do not disturb friends of different religions while they are studying.
2. Allowing people of different religions to worship.
3. Respect the opinions of others when discussing.
4. Maintaining harmony between religious communities.
5. Establish good relations with different religions.


A list of local Indonesian names of various plant species

Nama Tanaman Lokal Indonesia dan Nama Latin Tanaman Lokal Indonesia dan asing



Berikut Daftar Nama Tanaman Lokal Indonesia dan Nama Latin Tanaman Lokal Indonesia dan asing



Lihat Juga: