Postingan

Menampilkan postingan dengan label Geografi

Perbedaan Tipe Aquifer unconfined dan confined

Tipe Aquifer

Unconfined Aquifer atau Akuifer tak tertekan adalah akuifer yang terbentuk akibar rembesan air secara langsung dari permukaan tanah tepat di atas akuifer.

Confined Aquifer atau Akuifer tertekan adalah akuifer yang berada di bawah lapisan tanah / batuan yang tidak tembus air sehingga mencegah air merembes ke dalam akuifer dari permukaan tanah yang terletak tepat di atasnya. Air pada akuifer tersebut berasal dari rembesan air akibat tertekan dari tempat yang lebih jauh (tempat yang dapat ditembus air)

Pengertian Aquifer Aquiclude Aquifuge Aquitard

sumber: MTU EDU

Proses melelehnya Salju Abadi Puncak Jaya Papua

Proses melelehnya salju di Papua

Perbedaan Angin Bahorok dengan Angin Puting Beliung

Angin Puting BeliungAngin Bahorok
Merupakan angin kencang yang datang secara tiba - tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar seperti spiral hingga menyentuh permukaan bumi dan punah dalam waktu singkat (3 - 5 menit). Kecepatan angin rata - ratanya berkisar antara 30 - 40 knots. Angin ini berasal dari awan Cumulonimbus (Cb) yaitu awan yang bergumpal berwarna abu - abu tua dan menjulang tinggi. Namun, tidak semua awan Cumulonimbus menimbulkan puting beliung. Puting beliung dapat terjadi dimana saja, di darat maupun di laut dan jika terjadi di laut durasinya lebih lama daripada di darat. Angin ini pada umumnya terjadi pada siang atau sore hari, terkadang pada malam hari dan lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba). Luas daerah yang terkena dampaknya sekitar 5 - 10 km, karena itu bersifat sangat lokal.Angin Bahorok merupakan salah satu angin fohn. Angin fohn atau angin lokal atau angin terjun adalah angin yang terjadi apabila ada gerakan massa udara yang menaiki suatu pegunungan dengan ketinggian lebih dari 200 meter. Massa udara yang mencapai puncak pegunungan akan mengalami kondensasi dan akhirnya timbul hujan pada satu sisi lereng. Adapun pada lereng yang lain tidak terjadi hujan karena terhalang tingginya pegunungan. Daerah yang tidak mengalami hujan disebut daerah bayangan hujan. Pada daerah bayangan hujan tersebut, angin dari atas pegunungan akan bergerak menuruni lereng pegunungan dengan kecepatan tinggi. Hal itu menyebabkan naiknya suhu udara, karena setiap turun 100 meter udara naik 1 °C. Dengan demikian angin yang turun bersifat panas dan kering. Angin itulah yang disebut angin fohn.

Perbedaan angin puting beliung, angin puyuh, angin ribut, dan angin leysus/leses

Angin puting beliung, angin puyuh, angin ribut, dan angin leysus/leses merupakan hal yang sama. angin ribut atau puting beliung merupakan angin kencang yang datang secara tiba - tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar seperti spiral hingga menyentuh permukaan bumi dan punah dalam waktu singkat (3 - 5 menit). Kecepatan angin rata - ratanya berkisar antara 30 - 40 knots. Angin ini berasal dari awan Cumulonimbus (Cb) yaitu awan yang bergumpal berwarna abu - abu gelap dan menjulang tinggi. Namun, tidak semua awan Cumulonimbus menimbulkan puting beliung. Puting beliung dapat terjadi dimana saja, di darat maupun di laut dan jika terjadi di laut durasinya lebih lama daripada di darat. Angin ini umumnya terjadi pada siang atau sore hari, terkadang pada malam hari dan lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba). Luas daerah yang terkena dampaknya sekitar 5 - 10 km, karena itu bersifat sangat lokal.

Perbedaan Angin Ribut dan Angin Kencang

Angin RibutAngin Kencang
angin ribut atau puting beliung merupakan angin kencang yang datang secara tiba - tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar seperti spiral hingga menyentuh permukaan bumi dan punah dalam waktu singkat (3 - 5 menit). Kecepatan angin rata - ratanya berkisar antara 30 - 40 knots. Angin ini berasal dari awan Cumulonimbus (Cb) yaitu awan yang bergumpal berwarna abu - abu gelap dan menjulang tinggi. Namun, tidak semua awan Cumulonimbus menimbulkan puting beliung. Puting beliung dapat terjadi dimana saja, di darat maupun di laut dan jika terjadi di laut durasinya lebih lama daripada di darat. Angin ini umumnya terjadi pada siang atau sore hari, terkadang pada malam hari dan lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba). Luas daerah yang terkena dampaknya sekitar 5 - 10 km, karena itu bersifat sangat lokal.Angin kencang merupakan angin dibuat oleh area udara yang dingin secara signifikan akibat hujan, setelah mencapai permukaan tanah, menyebar ke segala arah memproduksi angin kencang. Tidak seperti angin tornado, angin dalam suatu angin kencang diarahkan ke arah luar dari titik di mana menyentuh tanah atau air. Angin kencang kering dikaitkan dengan badai dengan hujan sangat sedikit, sementara angin kencang basah diciptakan oleh badai dengan jumlah curah hujan yang tinggi.

Pengertian, perbedaan Asimilasi, Amalgamasi, dan akulturasi beserta dengan contohnya

PeristiwaAkulturasiAmalgamasiAsimilasi
Pengertianadalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. adalah istilah kuno sekarang sebagian besar untuk perkawinan dan antar pembiakan dari etnik yang berbeda atau ras.Pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas salah satu kebudayaan asli.
Contoh 1Bernyanyi "rap" menggunakan bahasa jawaPernikahan pribumi dan orang belanda melahirkan kaum "Indo"Orang Arab di Indonesia menjalani budaya Indonesia
Contoh 2Penulisan Bahasa Sunda dengan huruf latinPernikahan etnis tionghoa dengan melayu melahirkan budaya peranakanPenduduk Kanada yang merupakan campuran etnis perancis, inggris dan beragam imigran dari eropa

Jenis jenis Pola Aliran Sungai

Pola Aliran Sungai

 

Pola aliran sungai dipengaruhi oleh struktur geologi dan permukaan daerah yang dilalui. Macam pola aliran sungai sebagai berikut.

  • a.Radial, pola aliran sungai menyebar (sentripetal) yang terletak didaerah dataran tinggi.
  • b.Pinante, pola aliran sungai yang muara anak sungainya berbentuk sudut lancip.
  • c.Anular, pola aliran sungai semula radial sentrifugal, kemudian timbul sungai-sungai subsekuen yang sejajar kontur. Biasanya terdapat di daerah dome stadium dewasa.
  • d.Dendritik, pola sungai yang arah alirannya tidak teraturbiasanya terdapat di daerah pantai.
  • e.Rectangular, pola sungai yang aliran sungainya melaluidaerah patahan yang membentuk sudut siku-siku.
  • f.Trellis, pola aliran sungai yang menyirip daun dan mempunyaikombinasi antara sungai resekuen, obsekuen, dan konsekuen.

Jenis jenis Sungai berdasarkan sumber air, kesinambungan dan tempat mengalir

Jenis-jenis Sungai

Sungai dibedakan berdasarkan sebagai berikut.

a.Menurut Sumber Airnya

  • 1)Sungai gletser, yaitu sungai yang berasal dari salju yang mencair. Contoh: bagian hulu Sungai Memberamo (Papua)
  • 2)Sungai hujan, yaitu sungai yang mendapatkan air dari hujan. Sebagian besar sungai-sungai di Indonesia , sungai hujan.
  • 3)Sungai campuran, yaitu sungai gletser yang alirannya mendapat campuran air hujan. Contoh :bagian hilir Sungai Memberamo dan Sungai Digul.

b.Menurut Kesinambungan Aliran Airnya

  • 1)Sungai episodi, sungai yang airnya tetap mengalir sepanjangtahun, antara lain terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan Irian (Papua).
  • 2)Sungai periodik, sungai yang hanya berair pada musim penghujan.Sungai ini banyak terdapat di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.

c.Menurut Struktur Lapisan Batuan Tempat Mengalirnya Air

  • 1)Sungai konsekuen, sungai yang mengalir searah dengankemiringan batuan daerah yang dilaluinya.
  • 2)Sungai subsekuen, sungai yang mengalir tegak lurus pada sungaikonsekuen.
  • 3)Sungai obsekuen, sungai yang alirannya berlawanan dengankemiringan lapisan batuan daerah itu, merupakan anak sungaisubsekuen.
  • 4)Sungai resekuen, sungai yang alirannya ke bawah, arahnyasama dengan sungai konsekuen yang asli.
  • 5)Sungai anteseden, sungai yang dapat mengimbangi pengangkatandaerah yang dilaluinya. Setiap terjadi pengangkatan,sungaitersebut berhasil mengikisnya.
  • 6)Sungai superimposed, sungai yang mengalir di atas batuankristalin pada batuan sedimen yang datar atau di atas formasi aluvial.
  • 7)Sungai anaklinal, sungai anteseden yang mengalir di permukaan,kemudian diangkat miring berlawanan dengan arah alirannya.
  • 8)Sungai reserved, sungai anaklinal yang sudah berubah arah alirannya untuk mendapatkan kondisi semula.
  • 9)Sungai epirogenesa, sungai yang terus-menerus mengikis batuan yang dilaluinya sehingga mencapai batuan induk daerahyang dilalui.


Pengertian Geografi menurut para ahli

Pengertian Geografi

 

 

Kata geografi berasal dari bahasa Yunani: (geo) berarti bumi dan (graphein) berarti tulisan. Jadi, secara harfiah,geografi berarti tulisan tentang bumi. Oleh karena itu, geografi sering juga disebut ilmu bumi. Akan tetapi,yang dipelajari dalam geografi bukan hanya mengenai permukaan bumi, melainkan juga berbagai hal yang ada di permukaan luar bumi termasuk benda-benda di ruang angkasa pun turut menjadi objek kajian geografi. Berikut ini beberapa batasan atau definisi dari beberapa pakar Geografi.

  • a.Geografi adalah disiplin ilmu yang berusaha untuk menguraikan danmenginterpretasikan karakter variabel dari suatu tempat ke tempatlainnya di bumi sebagai tempat kehidupan manusia (Hart Shorne, 1960).
  • b.Geografiadalah studi tentang lokasi dan tatanan fenomena pada permukaanbumi dan proses-proses yang menyebabkan distribusi fenomena tersebut(Fielding, 1974).
  • c. Geografi adalah ilmu pengetahuan tentang perkembangan nasional danpengujian terhadap teori-teori yang menjelaskan dan memperkirakandistribusi spasial dan lokasi berbagai karakteristik dari permukaanbumi (Yeates and Hagget, 1979).
  • d.Geografiadalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaanfenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan atau kewilayahandalam konteks keruangan (Semlok1988dan Nursid Sumaatmaja, 1997)

Teori Pembentukan Tata Surya: Nebula, Planetesimal, Pasang, Lyttleton, Awan Debu

a.Teori Nebula Teori ini menjelaskan bahwa anggota keluarga Tata Surya padaawalnya berbentuk massa gas raksasa yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan. Massa ini berangsur-angsur mendingin,mengecil, dan mendekati bentuk bola. Rotasi massa ini semakinlama semakin tinggi. Akibatnya, bagian tengah massa itumenggelembung. Akhirnya, lingkaran materi itu terlempar keluar.Lingkaran ini mendingin, mengecil, dan akhirnya menjadi planet.Planet ini tetap mengorbit mengelilingi inti massa. Lalu, lingkaran lain terlempar dan terlempar lagi dari pusat massa danmenjadi seluruh planet, termasuk Bumi. Akhirnya, semua planetterbentuk. Pusat massa menjadi matahari kita. Selanjutnya, planet-planet itu juga melemparkan massa keluar angkasa danberubah menjadi satelit atau bulan.



b.Teori Planetesimal Teori ini menjelaskan bahwa suatu ketika sebuah bintangmelintasi ruang angkasa dengan cepat dan berada dekat sekalidengan matahari. Daya tarik bintang ini sangat besar sehinggamenyebabkan pasang di bagian gas panas matahari. Akibatnya,massa gas terlempar dari Matahari dan mulai mengorbit. Karenadaya tarik matahari, massa gas itu tertahan dan bergerak mengeli-lingi Matahari. Ketika massa gas menjadi dingin, bentuknya berubah menjadi cairan kemudian memadat. Akhirnya, massa gas itu menjadiplanet yang ada sekarang, termasuk Bumi.

 

 

c.Teori Pasang

Teori ini juga didasari oleh ide benturan. Teori ini menjelaskan bahwa planet-planet terbentuk langsung oleh gas asli matahari yang tertarik oleh sebuah bintang yang melintas di de-katnya. Jadi, teori ini awalnya hampir sama dengan teori Planetesimal. Perbedaannya bahwa pada teori ini planet tidakterbentuk oleh planetesimal.Menurut teori ini, ketika bintang mendekat atau bahkan menyerempet Matahari, tarikan gravitasinya menyedot filamen gas yang berbentuk cerutu panjang. Filamen yang membesar dibagian tengahnya dan mengecil di kedua ujungnya, filamen inilahakhirnya yang membentuk sebuah planet.

 

d.Teori Lyttleton Teori ini menjelaskan bahwa Matahari mulanya berupa bintangkembar yang mengelilingi sebuah medan gravitasi. Sebuah bintangmenabrak salah satu bintang kembar dan mungkin menghancurkannya. Bintang yang hancur itu berubah menjadi massa gas yang berputar-putar. Karena terus berputar, gas ini menjadi dingin dan membentuk planet. Adapun bintang yang bertahan, menjadi Matahari kita. Karena kekuatan gravitasi, Matahari menahan planet yang terbentuk dan beredar menurut lintasannya sekarang. Jadi, jelaslah bahwateori ini juga didasarkan atas ide benturan.

 

e.Teori Awan DebuTeori ini menjelaskan bahwa calon Tata Surya pada awalnya merupakan awan yang sangat luas. Awan yang terdiri atas debu dan gas kosmos diperkirakan berbentuk seperti sebuah piring. Ketidakteraturan dalam awan menyebabkan terjadinya perputaran. Debu dan gas yang berputar berkumpul menjadi satu.Sementara debu dan gas itu terus berputar hingga menghilang. Partikel-partikel debu yang keras saling berbenturan,melekat, dan kemudian menjadi planet. Berbagai gas yang terdapatdi tengah awan berkembang menjadi matahari.

Pengertian Kebudayaan Menurut Ilmu Antropologi


 Budaya


Pengertian Kebudayaan Menurut Ilmu Antropologi adalah keseluruhan Sistem gagasan, Tindakan, dan Tindakan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan manusia.



Budaya (/ ˈkʌltʃər /, dari kultura Latin yang berasal dari colere, yang berarti "mengolah,") adalah perilaku sosial dan norma-norma yang ditemukan dalam masyarakat manusia.

Budaya dianggap sebagai konsep sentral dalam antropologi, yang mencakup berbagai fenomena yang ditularkan melalui pembelajaran sosial dalam masyarakat manusia.

Beberapa aspek perilaku manusia, praktik sosial seperti budaya [klarifikasi diperlukan], bentuk ekspresif seperti seni, musik, tari, ritual, agama, dan teknologi seperti penggunaan alat, memasak, tempat tinggal, dan pakaian dikatakan universal budaya,

ditemukan di semua masyarakat manusia. Konsep budaya material meliputi ekspresi fisik budaya, seperti teknologi, arsitektur dan seni, sedangkan aspek immaterial budaya seperti prinsip organisasi sosial (termasuk praktik organisasi politik dan lembaga sosial), mitologi, filsafat, sastra (keduanya

tertulis dan lisan), dan sains merupakan warisan budaya takbenda dari masyarakat.
Dalam humaniora, satu rasa budaya sebagai atribut dari individu telah sejauh mana mereka telah mengolah tingkat kecanggihan tertentu dalam seni, sains, pendidikan, atau tata krama.

Tingkat kecanggihan budaya juga terkadang terlihat untuk membedakan peradaban dari masyarakat yang kurang kompleks. Perspektif hierarkis tentang budaya semacam itu juga ditemukan dalam perbedaan berbasis kelas antara budaya tinggi elit sosial dan budaya rendah, budaya populer, atau budaya rakyat kelas bawah, yang dibedakan oleh akses berlapis modal budaya.

Dalam bahasa sehari-hari, budaya sering digunakan untuk merujuk secara khusus pada penanda simbolik yang digunakan oleh kelompok etnis untuk membedakan diri mereka satu sama lain seperti modifikasi tubuh, pakaian atau perhiasan. Budaya massa mengacu pada bentuk-bentuk budaya konsumer yang diproduksi massal dan dimediasi massa yang muncul pada abad ke-20.

Beberapa aliran filsafat, seperti Marxisme dan teori kritis, berpendapat bahwa budaya sering digunakan secara politis sebagai alat para elit untuk memanipulasi kelas bawah dan menciptakan kesadaran palsu, dan perspektif semacam itu lazim dalam disiplin ilmu budaya.

Dalam ilmu sosial yang lebih luas, perspektif teoritis materialisme budaya menyatakan bahwa budaya simbol manusia muncul dari kondisi material kehidupan manusia, ketika manusia menciptakan kondisi untuk bertahan hidup secara fisik, dan bahwa basis budaya ditemukan dalam kecenderungan biologis yang berevolusi.


Ketika digunakan sebagai kata benda hitungan, "budaya" adalah seperangkat kebiasaan, tradisi, dan nilai-nilai masyarakat atau komunitas, seperti kelompok etnis atau bangsa. Budaya adalah seperangkat pengetahuan yang diperoleh dari waktu ke waktu.

Dalam pengertian ini, multikulturalisme menghargai koeksistensi damai dan saling menghormati antara budaya berbeda yang menghuni planet yang sama. Terkadang "budaya" juga digunakan untuk menggambarkan praktik tertentu dalam subkelompok masyarakat, subkultur (mis. "Budaya bro"), atau budaya tandingan.

Dalam antropologi budaya, ideologi dan sikap analitis dari relativisme budaya menyatakan bahwa budaya tidak dapat dengan mudah dinilai atau dievaluasi secara obyektif karena evaluasi apa pun selalu berada di dalam sistem nilai budaya tertentu.



 Lihat Juga


Download ebook Vulkanisme
Sistem Sirkum Australia dan Busur tepi asia
Tipe Letusan Gunung Berapi 


Download Ebook Vulkanisme


Download Ebook Vulkanisme



 

Download Ebook Vulkanisme



Catatan penulis: Sekian posting kali ini dan terima kasih telah mengunjungi blog ini. Mohon lakukan cek ulang bila ingin menggunakan konten dari blog ini untuk menghindari dari kesalahan. Bila menemukan hal yang salah, ingin mengoreksi, ataupun ingin sekadar memberikan pesan maupun saran, jangan segan untuk meninggalkan comment. Post-post di blog ini berasal dari berbagai sumber dari mulai catatan pribadi, tugas, pekerjaan rumah, hingga ujian penulis dari sejak smp, sma, hingga perguruan tinggi sehingga tidak luput dari kesalahan. Namun, hal tersebut tidak berarti menjadikan semua konten tidak dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa konten memang ada yang bersumber dari website bahkan blog lain, tetapi banyak juga yang bersumber langsung dari buku dan jurnal. Untuk konten yang bersumber langsung dari buku dan jurnal, penulis selalu berusaha untuk mencantumkan sumber. Di saat waktu luang, penulis akan berusaha untuk meng-update serta meningkatkan kualitas konten. Sekali lagi terima kasih telah mengunjungi blog ini, semoga konten-konten yang ada dapat membantu dan menambah pengetahuan(DKW).

Download Ebook Gempa Bumi


Download Ebook Gempa Bumi



 Lihat Juga


Download Ebook Gempa Bumi


Catatan penulis: Sekian posting kali ini dan terima kasih telah mengunjungi blog ini. Mohon lakukan cek ulang bila ingin menggunakan konten dari blog ini untuk menghindari dari kesalahan. Bila menemukan hal yang salah, ingin mengoreksi, ataupun ingin sekadar memberikan pesan maupun saran, jangan segan untuk meninggalkan comment. Post-post di blog ini berasal dari berbagai sumber dari mulai catatan pribadi, tugas, pekerjaan rumah, hingga ujian penulis dari sejak smp, sma, hingga perguruan tinggi sehingga tidak luput dari kesalahan. Namun, hal tersebut tidak berarti menjadikan semua konten tidak dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa konten memang ada yang bersumber dari website bahkan blog lain, tetapi banyak juga yang bersumber langsung dari buku dan jurnal. Untuk konten yang bersumber langsung dari buku dan jurnal, penulis selalu berusaha untuk mencantumkan sumber. Di saat waktu luang, penulis akan berusaha untuk meng-update serta meningkatkan kualitas konten. Sekali lagi terima kasih telah mengunjungi blog ini, semoga konten-konten yang ada dapat membantu dan menambah pengetahuan(DKW).

Perbedaan Preatis dan Artesis


a. Air Tanah Preatis
Air tanah preatis adalah air tanah yang letaknya tidak jauh dari permukaan tanah serta berada di atas lapisan kedap air / impermeable.

b. Air Tanah Artesis
Air tanah artesis letaknya sangat jauh di dalam tanah serta berada di antara dua lapisan kedap air.


Penjelasan Lebih Lanjut

Sebuah akuifer artesis adalah sebuah akuifer terbatas berisi air tanah yang akan mengalir ke atas melalui sebuah sumur yang disebut sumur artesis tanpa perlu dipompa. Air dapat mencapai permukaan tanah apabila tekanan alaminya cukup tinggi, dalam hal ini sumur itu disebut sumur artesis mengalir.

Sebuah akuifer adalah satu tingkatan batu halus, seperti batu kapur atau batu pasir yang menyerap air dari sebuah aliran air. Batu berpori-pori terletak di antara batu kedap air atau tanah liat. Ini mengakibatkan tekanan tinggi, sehingga ketika air menemukan jalur keluar, air tersebut melawan gravitasi dan mengalir ke atas daripada ke bawah. Pengisian akuifer terjadi ketika permukaan air di daerah pengisiannya berada pada ketinggian yang lebih tinggi daripada kepala sumur.

Akuifer air fosil juga bisa dianggap artesis bila mengalami tekanan yang cukup dari batu-batu sekitarnya. Hal ini sama dengan banyaknya sumur minyak yang diberi tekanan.






Catatan penulis: Sekian posting kali ini dan terima kasih telah mengunjungi blog ini. Mohon lakukan cek ulang bila ingin menggunakan konten dari blog ini untuk menghindari dari kesalahan. Bila menemukan hal yang salah, ingin mengoreksi, ataupun ingin sekadar memberikan pesan maupun saran, jangan segan untuk meninggalkan comment. Post-post di blog ini berasal dari berbagai sumber dari mulai catatan pribadi, tugas, pekerjaan rumah, hingga ujian penulis dari sejak smp, sma, hingga perguruan tinggi sehingga tidak luput dari kesalahan. Namun, hal tersebut tidak berarti menjadikan semua konten tidak dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa konten memang ada yang bersumber dari website bahkan blog lain, tetapi banyak juga yang bersumber langsung dari buku dan jurnal. Untuk konten yang bersumber langsung dari buku dan jurnal, penulis selalu berusaha untuk mencantumkan sumber. Di saat waktu luang, penulis akan berusaha untuk meng-update serta meningkatkan kualitas konten. Sekali lagi terima kasih telah mengunjungi blog ini, semoga konten-konten yang ada dapat membantu dan menambah pengetahuan(DKW).

Pengertian Aquifer Aquiclude Aquifuge Aquitard



 Pengertian Aquifer Aquiclude Aquifuge Aquitard

 Formasi geologi, khususnya pada sistem aliran air dalam tanah memiliki beberapa istilah yang penting untuk deketahui, istilah istilah tersebut dantaranya seperti aquifer, aquiclude dan aquitard. Pengertian dari istilah-istilah tersebut adalah sebagai berikut.

1. Aquifer, adalah lapisan yag dapat menyipan dan mengalirkan air dalam jumlah besar. Lapisan batuan ini bersifat permeable seperti kerikil, pasir dll.Tipe-Tipe Aquifer: confined dan unconfined

2. Aquiclude, adalah lapisan yang dapat menyimpan air tetapi tidak dapat mengalirkan air dalam jumlah besar, seperti lempung, tuff halus dan silt.



3. Aquifuge, adalah lapisan yang tidak dapat menyimpan dan mengalirkan air, contohnya batuan granit dan batuan yang kompak.

4. Aquitard, adalah lapisan atau ormasi batuan yang dapat menyimpan air tetapi hanya dapat melooskan air dalam jumlah yang terbatas.




Sistem Sirkum Australia, Busur Tepi Asia, dan Sunda



Sistem Sirkum Australia, Busur Tepi Asia, dan Sunda

1. sistem sirkum australia




sistem ini dimulai dari selandia baru melalui keledonia baru ke irian jaya (papua). bagian utara dari sistem ini bercabang dua yakni :
a. cabang pertama dari ekor pulau irian melalui bagian tengah sampai ke pegunungan charleslois di sebelah barat
b. cabang kedua dari kepulauan bismarck melalui pegunungan tepi utara irian ampai ke kepala burung menuju halmahera

PERSEBARAN GUNUNG BERAPI DI INDONESIA

PERSEBARAN GUNUNG BERAPI DI INDONESIA

Pinggiran lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia,lempengan tersebut longsor jauh kedalam bumi.suhu yang sangat tinggi telah melelehkan pinggiran lempeng sehingga menghasilkan magma.Kemudian magma ini muncul melalui retakan di permukaan bumi dan membentuk gunung-gunung api



KAITAN LEMPENG TEKTONIK DENGAN PERSEBARANG G.BERAPI DAN GEMPA BUMI



Lempeng India-Australia sedang didorong ke bawah lempengan Eurasia. proses ini dinamakan penujaman. Tabrakan kedua lempeng tersebut membentuk pegunungan Himalaya, yakni busur gunung api di Indonesia, parit Sunda dan Jawa, serta tanah tinggi Nugini. Australia bagian utara telah didorong ke arah bawah sehinga membentuk teluk Carpentari dan Laut Timor serta Laut Arafuru.



Ketika pinggiran lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia, lempengan tersebut longsor jauh ke dalam bumi, di bawah Indonesia. suhu yang sangat tinggi melelehkan pinggiran lempengan sehingga menghasilkan magma. kemudian magma muncul melalui retakan di permukaan bumi dan membentuk gunung-gunung api. Busur gunung api di Indonesia terbentuk dengan cara seperti itu.


Di indonesia terdapat 400 gunung berapi, tapi yang masih aktif kira-kira 80 gunung saja. gunung-gunung tersebut di golongkan atas 3 barisan :
1. sumatra-jawa-nusa tenggara-sekitar laut banda
2. halmahera dan pulau-pulau disebelah baratnya
3. sulawesi utara-pulau sangihe-pulau mindanao

Ada 3 sistem pokok persebaran pegunungan yang bertemu di Indonesia, yaitu:
1. sistem sunda
sistem ini dimulai dari Arakan Yoma di Myanmar sampai ke kepulauan banda di Maluku dengan panjang kurang lebih 7000 km. terdiri dari 5 busur pegunungan :
a. Busur arakan yoma berpusat di Shan Myanmar
b. Busur Andaman Nicobar berpusat di Mergui
c. Busur Sumatra-Jawaberpusat di anambas
d. Busur Kep. Nusa Tenggara
e. Busur Banda berpusat di Banda

2. sistem busur tepi asia
sistem in dimulai dari Kamsyatku melalui Jepang, filipina, kalimantan, dan Sulawesi. di fillipina busur ini bercabang tiga yaitu:
a. cabang pertama dari pulau lauzon melalui pulau palawan ke kalimantan utara
b. cabang kedua dari pulau Luzon melalui pulau samar ke mindanau, dan kep. Sulu ke kalimantan utara
c. cabang ketiga dari pulau samar ke mindanau dan pulau sangihe ke sulawesi

3. sistem sirkum australia
sistem ini dimulai dari selandia baru melalui keledonia baru ke irian jaya (papua). bagian utara dari sistem ini bercabang dua yakni :
a. cabang pertama dari ekor pulau irian melalui bagian tengah sampai ke pegunungan charleslois di sebelah barat
b. cabang kedua dari kepulauan bismarck melalui pegunungan tepi utara irian ampai ke kepala burung menuju halmahera




Catatan penulis: Sekian posting kali ini dan terima kasih telah mengunjungi blog ini. Mohon lakukan cek ulang bila ingin menggunakan konten dari blog ini untuk menghindari dari kesalahan. Bila menemukan hal yang salah, ingin mengoreksi, ataupun ingin sekadar memberikan pesan maupun saran, jangan segan untuk meninggalkan comment. Post-post di blog ini berasal dari berbagai sumber dari mulai catatan pribadi, tugas, pekerjaan rumah, hingga ujian penulis dari sejak smp, sma, hingga perguruan tinggi sehingga tidak luput dari kesalahan. Namun, hal tersebut tidak berarti menjadikan semua konten tidak dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa konten memang ada yang bersumber dari website bahkan blog lain, tetapi banyak juga yang bersumber langsung dari buku dan jurnal. Untuk konten yang bersumber langsung dari buku dan jurnal, penulis selalu berusaha untuk mencantumkan sumber. Di saat waktu luang, penulis akan berusaha untuk meng-update serta meningkatkan kualitas konten. Sekali lagi terima kasih telah mengunjungi blog ini, semoga konten-konten yang ada dapat membantu dan menambah pengetahuan(DKW).






Tipe Lestusan Gunung Berapi


Sirkum Mediteranian, Pasifik dan Tipe Gunung Berapi
http://globespotes.blogspot.com/

 TIPE LETUSAN GUNUNG API 


Setiap gunung berapi memiliki karakteristik letusan (erupsi) tertentu yang dapat dilihat dari material yang dikeluarkan, intensitas erupsi, bentukan alam hasil erupsi dan kekuatan letusannya. Para ahli geologi membedakan letusan gunung api dalam 7 tipe yaitu:


1. Letusan Tipe Hawaii

Ciri-ciri letusan tipe Hawai antara lain: (1) lava yang dikeluarkan dari lubang kepundan bersifat cair (2) lava mengalir ke segala arah (3) Bentuk gunung yang dihasilkan tipe hawaai menyerupai perisai atau tameng. (4) skala letusannya relative lebih kecil namun intensitasnya cukup tinggi. Contoh gunung berapi dengan tipe letusan Hawaii antara lain: Gunung Maona Loa, Maona Kea, dan Kilauea di Hawaii.

2. Letusan Tipe Stromboli

Letusan tipe Stromboli memiliki ciri-ciri: (1) seringnya terjadi letusan-letusan kecil yang tidak begitu kuat, namun terus- menerus, dan banyak mengeluarkan efflata. Contoh, Gunung Vesuvius di Italia, Gunung Raung di Jawa, dan Gunung Batur di Bali. (1) Letusannya memiliki interval waktu hampir sama. Gunung api Stromboli di Kepulauan Lipari tenggang waktu letusannya 12 menit, artinya setiap 12 menit kawah melontarkan material padat berupa pasir, batu, dan abu. (2) material yang dimuntahkan berupa material padat, gas, dan batu Contoh tipe letusan Stromboli yaitu Gunung Vesuvius (Italia) dan Gunung Raung (Jawa).


http://globespotes.blogspot.com/

3. Letusan Tipe Vulkano

Tipe vulkano mempunyai ciri-ciri, yaitu (1) cairan magma yang kental dan dapur magma yang bervariasi dari dangkal sampai dalam, sehingga memiliki tekanan yang sedang sampai tinggi. Tipe ini merupakan tipe letusan gunung api pada umumnya. Contoh, Gunung Semeru di Jawa Timur, (2) besar kecilnya letusan didasarkan atas kekuatan tekanan dan kedalaman dapur magmanya.(3) daya rusak cukup besar. Contoh: Gunung Vesuvius dan Etna di Italia, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.

4. Letusan Tipe Merapi

Letusan tipe ini mengeluarkan lava kental sehingga menyumbat mulut kawah. Akibatnya, tekanan gas menjadi semakin bertambah kuat dan memecahkan sumbatan lava. Sumbatan yang pecah-pecah terdorong ke atas dan akhirnya terlempar keluar. Material ini menuruni lereng gunung sebagai ladu atau gloedlawine. Selain itu, terjadi pula awan panas (gloedwolk) atau sering disebut wedhus gembel. Letusan tipe merapi sangat berbahaya bagi penduduk di sekitarnya.


5. Letusan Tipe Perret atau Plinian

Tipe perret termasuk tipe yang sangat merusak karena ledakannya sangat dahsyat. Ciri utama tipe ini ialah letusan tiangan, gas yang sangat tinggi, dan dihiasi oleh awan menyerupai bunga kol di ujungnya. Contoh, letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 dan St. Helens yang meletus pada tanggal 18 Mei 1980 merupakan tipe perret yang letusannya paling kuat dengan fase gas setinggi 50 km. Karena letusannya sangat hebat, menyebabkan puncak gunung menjadi tenggelam dan merosotnya dinding kawah, kemudian membentuk sebuah kaldera.

6. Letusan Tipe Pelee

Letusan tipe ini biasa terjadi jika terdapat penyumbatan kawah di puncak gunung api yang bentuknya seperti jarum, sehingga menyebabkan tekanan gas menjadi bertambah besar. Apabila penyumbatan kawah tidak kuat, gunung tersebut meletus.

7. Letusan Tipe Sint Vincent

Letusan tipe ini menyebabkan air danau kawah akan tumpah bersama lava. Letusan ini mengakibatkan daerah di sekitar gunung tersebut akan diterjang lahar panas yang sangat berbahaya. Contoh: Gunung Kelud yang meletus pada tahun 1919 dan Gunung Sint Vincent yang meletus pada tahun 1902.



Sumber





Catatan penulis: Sekian posting kali ini dan terima kasih telah mengunjungi blog ini. Mohon lakukan cek ulang bila ingin menggunakan konten dari blog ini untuk menghindari dari kesalahan. Bila menemukan hal yang salah, ingin mengoreksi, ataupun ingin sekadar memberikan pesan maupun saran, jangan segan untuk meninggalkan comment. Post-post di blog ini berasal dari berbagai sumber dari mulai catatan pribadi, tugas, pekerjaan rumah, hingga ujian penulis dari sejak smp, sma, hingga perguruan tinggi sehingga tidak luput dari kesalahan. Namun, hal tersebut tidak berarti menjadikan semua konten tidak dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa konten memang ada yang bersumber dari website bahkan blog lain, tetapi banyak juga yang bersumber langsung dari buku dan jurnal. Untuk konten yang bersumber langsung dari buku dan jurnal, penulis selalu berusaha untuk mencantumkan sumber. Di saat waktu luang, penulis akan berusaha untuk meng-update serta meningkatkan kualitas konten. Sekali lagi terima kasih telah mengunjungi blog ini, semoga konten-konten yang ada dapat membantu dan menambah pengetahuan(DKW).

Sirkum Mediteranian dan Pasifik


Sirkum Mediteranian, Pasifik dan Tipe Gunung Berapi
http://globespotes.blogspot.com/

SIRKUM PASIFIK DAN SIRKUM MEDITERANIAN
Pegunungan adalah daratan berbukit-bukit dan bergunung-gunung sehinga membentuk suatu rangkaian (sirkum). Ada dua sistem pegunungan lipatan muda di permukaan bumi sebagai berikut.




Sirkum Mediterania
Sirkum Medetarian berawal dari Pegunungan Alpen di Eropa kemudian menyambung ke pegunungan Himalaya di Asia lalu memasuki Indonesia melalui Pulau Sumatra. Jalur Sirkum Medetarian di Indonesia membentang dari Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku. Di Indonesia Sirkum Meditarian di Indonesia terbagi menjadi dua Busur, sebagai berikut :
• Busur Dalam Vulkanik
Busur dalam dari rangkaian Meditarian bersifat vulkanis. Yang menyababkan banyak Gunung api aktif di sekitar rangkaian Sirkum Meditarian. Contoh gunungapi tersebut adalah :Gunung Kerinci, Gunung Leuseur,dan Gunung Krakatau
• Busur Luar Nonvulkanik

Makalah Tata Surya



  Tata  Surya
Planet
Planet
adalah  benda  langit  yang  memiliki  ciri-ciri  berikut: 

1.          mengorbit  mengelilingi  bintang  atau
sisa-sisa  bintang;
2.        mempunyai  massa  yang  cukup  untuk
memiliki  gravitasi  tersendiri  agar  dapat  mengatasi  tekanan  rigid  body  sehingga
benda  angkasa  tersebut  mempunyai  bentuk  kesetimbangan  hidrostatik  (bentuk
hampir  bulat);
3.        tidak  terlalu  besar  hingga  dapat
menyebabkan  fusi  termonuklir  terhadap  deuterium  di  intinya;  dan,
4.        telah  "membersihkan
lingkungan"  (clearing  the  neighborhood;  mengosongkan  orbit  agar  tidak
ditempati  benda-benda  angkasa  berukuran  cukup  besar  lainnya  selain  satelitnya  sendiri)
di  daerah  sekitar  orbitnya
5.        Berdiameter  lebih  dari  800  km
Berdasarkan
definisi  di  atas,  maka  dalam  sistem  Tata  Surya  terdapat  delapan  planet.  Hingga
24  Agustus  2006,  sebelum  Persatuan  Astronomi  Internasional  (International
Astronomical  Union  =  IAU)  mengumumkan  perubahan  pada  definisi
"planet"  sehingga  seperti  yang  tersebut  di  atas,  terdapat  sembilan
planet  termasuk  Pluto,  bahkan  benda  langit  yang  belakangan  juga  ditemukan
sempat  dianggap  sebagai  planet  baru,  seperti:  Ceres,  Sedna,  Orcus,  Xena,  Quaoar,
UB  313.  Pluto,  Ceres  dan  UB  313  kini  berubah  statusnya  menjadi  "planet
kerdil/katai."

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e5/Planets2008-id.jpg/360px-Planets2008-id.jpg
Tata  Surya
    adalah
kumpulan  benda  langit  yang  terdiri  atas  sebuah  bintang  yang  disebut  Mataharidan
semua  objek  yang  terikat  oleh  gayagravitasinya.  Objek-objek  tersebut  termasuk
delapan  buah  planet  yang  sudah  diketahui  dengan  orbit  berbentuk  elip

s,  lima
planet  kerdil/katai,  173  satelit  alami  yang  telah  diidentifikasi  ,  dan  jutaan
benda  langit  (meteor,  asteroid,  komet)  lainnya.


Tata  Surya  terbagi  menjadi  Matahari,  empat  planet  bagian  dalam,  sabuk
asteroid,  empat  planet  bagian  luar,  dan  di  bagian  terluar  adalah  Sabuk  Kuiper
danpiringan  tersebar.  Awan  Oort  diperkirakan  terletak  didaerah  terjauh  yang
berjarak  sekitar  seribu  kali  di  luar  bagian  yang  terluar.

Galaksi


  adalah  sebuah  sistem  yang  terikat  oleh  gaya  gravitasi  yang  terdiri
atas  bintang  (dengan  segala  bentuk  manifestasinya,  antara  lainbintang  neutron
dan  lubang  hitam),  gas  dan  debu  kosmik  medium  antarbintang,  dan  kemungkinan
substansi  hipotetis  yang  dikenal  dengan  materi  gelap.      Kata
galaksi  berasal  dari  bahasa  Yunanigalaxias  [γαλαξίας],  yang  berarti
"susu,"  yang  merujuk  pada  galaksiBima  Sakti  (bahasa  Inggris:  Milky
Way).  Tipe-tipe  galaksi  berkisar  darigalaksi  kerdil  dengan  sepuluh  juta    (107)  bintang  hingga  galaksi  raksasa  dengan
satu  triliun      (1012)  bintang,  semuanya  mengorbit  pada  pusat
galaksi.  Matahari  adalah  salah  satu  bintang  di  galaksi  Bima  Sakti;  tata  surya
termasuk  bumi  dan  semua  benda  yang  mengorbit  Matahari.
Gambar
Galaksi  Bima  Sakti









Teori  Teori
Sistim  Tatasurya
A. 
Teori
Heliosentrisme
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/57/Heliocentric.jpg





Dalam  astronomi,  heliosentrisme  adalah  teori  yang
berpendapat  bahwa  Matahari  bersifat  stasioner  dan  berada  pada  pusat  alam
semesta.  Kata  berasal  dari  bahasa  Yunani  (ήλιος  Helios  =  Matahari,  dan  κέντρον
kentron  =  pusat).  Secara  historis,  heliosentrisme  bertentangan  dengan
geosentrisme,  yang  menempatkan  Bumi  di  pusat  alam  semesta.  Diskusi  mengenai
kemungkinan  heliosentrisme  terjadi  sejak  zaman  klasik.  Barulah  ketika  abad
ke-16  dapat  ditemukan  suatu  model  matematis  dapat  meramalkan  secara  lengkap
sistem  heliosentris,  yaitu  Nicolaus  Copernicus,  seorang  ahli  matematika  dan
astronom.  Pada  abad  berikutnya,  model  tersebut  dijabarkan  dan  diperluas  oleh
Johannes  Kepler  dan  pengamatan  pendukung  dengan  menggunakan  teleskop  diberikan
oleh  Galileo  Galilei.




B. 
Teori
Geosentrik

Di  dalam  astronomi  bola,  geosentrik  adalah  cara
memandang/mendefinisikan  posisi  benda-benda  langit  dengan  Bumi  sebagai
pusatnya.
Karena
jarak  obyek-obyek  langit  begitu  sangat  besar  jika  dibandingkan  dengan  ukuran
Bumi,  maka  posisinya  pada  bola  langit  seringkali  harus  didefinisikan  tidak  lagi
bergantung  pada  posisi  pengamat  di  permukaan  bumi,  tetapi  Bumi  sendirilah  yang
menjadi  pusatnya.  Kebanyakan  tata  koordinat  langit  merupakan  tata  koordinat
yang  geosentrik.  Hal  ini  dilakukan  untuk  kemudahan  semata.


Hukum
Kepler
Di  dalam  astronomi,  tiga  Hukum  Gerakan
Planet  Kepler  adalah:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/12/Classical_Kepler_orbit_80frames_e0.6_tilted_smaller.gif/220px-Classical_Kepler_orbit_80frames_e0.6_tilted_smaller.gif


1.   
Setiap  planet  bergerak
dengan  lintasan  elips,  Matahari  berada  di  salah  satu  fokusnya.
2. 
Luas  daerah  yang  disapu
pada  selang  waktu  yang  sama  akan  selalu  sama.
3. 
Perioda  kuadrat  suatu
planet  berbanding  dengan  pangkat  tiga  jarak  rata-ratanya  dari  Matahari.
Ketiga  hukum  di  atas  ditemukan  oleh
ahli  matematika  dan  astronomi  Jerman:  Johannes  Kepler  (1571–1630),  yang
menjelaskan  gerakan  planet  di  dalam  tata  surya.  Hukum  di  atas  menjabarkan
gerakan  dua  benda  yang  saling  mengorbit.
Karya  Kepler  didasari  oleh  data
pengamatan  Tycho  Brahe,  yang  diterbitkannya  sebagai  'Rudolphine  tables'.
Sekitar  tahun  1605,  Kepler  menyimpulkan  bahwa  data  posisi  planet  hasil
pengamatan  Brahe  mengikuti  rumusan  matematika  cukup  sederhana  yang  tercantum  di
atas.
Hukum  Kepler  mempertanyakan  kebenaran
astronomi  dan  fisika  warisan  zaman  Aristoteles  dan  Ptolemaeus.  Ungkapan  Kepler
bahwa  Bumi  beredar  sekeliling,  berbentuk  elips  dan  bukannya  epicycle,  dan
membuktikan  bahwa  kecepatan  gerak  planet  bervariasi,  mengubah  astronomi  dan
fisika.  Hampir  seabad  kemudian,  Isaac  Newton  mendeduksi  Hukum  Kepler  dari
rumusan  hukum  karyanya,  hukum  gerak  dan  hukum  gravitasi  Newton,  dengan
menggunakan  Euclidean  geometri  klasik.
Pada  era  modern,  hukum  Kepler  digunakan
untuk  aproksimasi  orbit  satelit  dan  benda-benda  yang  mengorbit  Matahari,  yang
semuanya  belum  ditemukan  pada  saat  Kepler  hidup  (contoh:  planet  luar  dan
asteroid).  Hukum  ini  kemudian  diaplikasikan  untuk  semua  benda  kecil  yang
mengorbit  benda  lain  yang  jauh  lebih  besar,  walaupun  beberapa  aspek  seperti
gesekan  atmosfer  (contoh:  gerakan  di  orbit  rendah),  atau  relativitas  (contoh:
prosesi  preihelion  merkurius),  dan  keberadaan  benda  lainnya  dapat  membuat  hasil
hitungan  tidak  akurat  dalam  berbagai  keperluan.


Tanya