Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kimia

Perbedaan Senyawa Eter dan Ester

EsterEter
Mudah terpolarisasi karena adanya gugus karbonilTidak mengandung gugus karbonil
Berasal dari asam karboksilatBerasal dari alkohol
Ester memiliki grup fungsional -COOEter memiliki gugus fungsi -O-
Ester tidak memiliki struktur simetris karena adanya gugus karbonilEter dapat memiliki struktur simetris jika kedua gugus alkil di kedua sisi atom oksigen dalam gugus eter serupa.
Ikatan rangkap antara atom karbon dan oksigenIkatan tunggal antara karbon dan atom oksigen
Contoh senyawa: Etil benzoat, Etil butirat. Etil HexanoatContoh senyawa: dimetil eter, etil alkohol, dietil eter, butil alkohol
.
.

Perbedaan Logam Alkali dan Alkali Tanah

AlkaliAlkali Tanah
Golongan: IA Li, Na, K, Rb, CsGolongan IIA: Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra
1 elektron valensi2 elektron valensi
Bilangan Kation +1Bilangan Kation +2
Energi ionisasi lebih kecilEnergi Ionisasi lebih besar
Reduktor KuatReduktor lebih lemah
Logam yang lebih lunakLogam yang lebih keras
Berwarna putih mengkilapBerwarna perak mengkilap
Titik leleh lebih rendahTitik leleh lebih tinggi
Kerapatan lebih rendahKerapatan lebih tinggi

8 Sifat Asam Amino

Sifat-sifat Asam Amino

  • 1.Dapat larut dalam air dan pelarut polar.
  • 2.Tidak dapat larut dalam pelarut nonpolar, seperti benzena dan dietil eter.
  • 3.Mempunyai titik lebur lebih besar dibanding senyawa karboksilat dan amina.
  • 4.Mempunyai momen dipol tinggi.
  • 5.Bersifat elektrolit, kurang basa dibanding amina dan kurang asam dibanding karboksila
  • 6.Bersifat amfoterKarena mempunyai gugus asam dan gugus basa. Jika asam amino direaksikan dengan asam maka asam amino akan menjadi suatu anion,dan sebaliknya jika direaksikan dengan basa maka akan menjadi kation.
  • 7.Dalam larutan dapat membentuk ion zwitterKarena asam amino memiliki gugus karboksil (–COOH) yang bersifatasam dan gugus amino (–NH2) yang bersifat basa, maka asam aminodapat mengalami reaksi asam-basa intramolekul membentuk suatu ion di-polar yang disebut ion zwitter.
  • 8.Mempunyai pH isoelektrik, yaitu pH pada saat asam amino tidak ber-muatan. Di bawah titik isoelektriknya, asam amino bermuatan positif dansebaliknya di atasnya bermuatan negatif.

Sumber: Utami et al., 2009. Buku SMA XII. Departemen Pendidikan Nasional

Perbedaan Karakteristik Sifat Senyawa Halida dan Halogen

Perbedaan Karakteristik Sifat Senyawa Halida dan Halogen

Sifat HalogenSifat Halida
• Pada satu golongan, periode/kulit atom semakin ke bawah semakin besar, titik didih dantitik leleh semakin tinggi, kecuali pada HF yang punya titik didih tertinggi karena adaikatan hidrogen.• Pada satu golongan, jari-jari atom semakin ke bawah akan semakin besar, sehinggagaya tarik inti akan semakin berkurang.
• Pada satu golongan, kelarutan halogen Pada air semakin ke bawah semakin berkurang.• Ikatan terhadap atom H akan melemah/mudah terlepas, semakin banyak H+ yang terlepassehingga ikatan asam halida semakin kuat.
• Pada satu golongan, semakin ke atas akan semakin mudah menangkap elektron (mudahmengalami reduksi).• Semakin sulit menangkap elektron/sulit direduksi karena reduktor semakin kuat.
• Unsur halogen selalu dalam bentuk molekul diatomik yang sangat reaktif terhadap unsur logam (membentuk garam) maupun nonlogam (membentuk senyawa logam).

Perbedaan Gugus Hidroksil dan Karboksil beserta contohnya

Gugus Hidroksil

Gugus hidroksil memiliki satu hidrogen berpasangan dengan satu atom oksigen (dilambangkan sebagai -OH). Gugus hidroksil tidak terlalu reaktif, tetapi mudah membentuk ikatan hidrogen dan berkontribusi membuat molekul larut dalam air. Alkohol dan gula "dipenuhi" dengan gugus hidroksil.

 


Gugus Karboksil

Gugus karboksil (dilambangkan sebagai COOH) memiliki gugus karbonil dan hidroksil yang terikat pada atom karbon yang sama, menghasilkan sifat baru.

Gugus karboksil sering terionisasi, melepaskan H dari gugus hidroksil sebagai proton bebas (H +), dengan O yang tersisa membawa muatan negatif. Muatan ini "berubah-ubah" bolak-balik antara dua atom oksigen, yang membuat keadaan terionisasi ini relatif stabil. (Gugus hidroksil terkadang terionisasi sesaat, tetapi bentuk ionik yang dihasilkan tidak stabil dan ion segera bergabung kembali.)

Molekul yang mengandung gugus karboksil disebut asam karboksilat dan berdisosiasi sebagian menjadi H + dan COO-.

 

Perbedaan Senyawa Karbon Aromatik dan Alifatik Beserta Contohnya

Senyawa Organik Aromatik

Senyawa aromatik mirip dengan senyawa alifatik dalam arti keduanya terbuat dari karbon. Namun, mereka juga sangat berbeda satu sama lain dalam hal lain. Senyawa organik aromatik dicirikan oleh fakta bahwa senyawa ini mengandung struktur cincin dan jaringan ikatan ganda-tunggal-ganda-tunggal di sekeliling cincin. Contoh senyawa aromatik yang paling umum adalah

  • 1,3-Cyclopentadiene
  • 1,3,5-Cycloheptatriene
  • 1,3,5,7-Cyclooctatetraene
  • Benzene
  • Pyridine
  • Furan
  • Pirol

Senyawa Organik Alifatik

Secara umum, senyawa alifatik, kadang-kadang disebut sebagai alkana, terutama dicirikan oleh fakta bahwa semua ikatan karbon-karbon yang membentuk kerangka molekul adalah ikatan tunggal. Itu berarti tidak ada ikatan karbon-karbon ganda atau rangkap tiga dalam bentuk apa pun yang diizinkan. Sistem cincin diperbolehkan dalam senyawa alifatik, dengan contoh sikloheksana, tetapi tidak ada ikatan rangkap. Perhatikan bagaimana semua ikatan adalah ikatan tunggal. Contoh sederhana dari senyawa alifatik adalah

  • metana
  • etana, etena, ethyne
  • propana, propena, propyne, siklopropana
  • butana, metilpropana, siklobutena
  • pentana, dimetilpropana, siklopenten
  • heksana, sikloheksana, sikloheksena
  • heptana, sikloheksana, sikloheksen
  • oktan, siklooktana, siklookten

Rangkuman

Parameter Senyawa Aromatik Senyawa Alifatik
Struktur Hubungan senyawa karbon terjadi dalam struktur cincin dengan bantuan elektron pi terkonjugasi Hubungan senyawa karbon berlangsung secara garis lurus
Uji api Membentuk jelaga saat dibakar Tidak membentuk jelaga saat dibakar
Aroma Berbau wangi Berbau tidak mengenakan
Contoh Benzen, Naftalen Butana, Propana

Perbedaan sel Volta dan Sel Elektrolitik beserta dengan Contohnya

Sel Voltaic

Sel volta adalah contoh dari apa yang dikenal sebagai sel elektrokimia. Ini mendapat klasifikasi ini karena fakta bahwa, di dalamnya, terjadi reaksi kimia yang menghasilkan pembangkitan energi listrik proporsional. Sel volta membentuk dasar pembuatan baterai modern. Contoh:

  • Batu Baterai
  • Power Bank
  • Aki Mobil/Motor

Sel Elektrolitik

Sel elektrolitik adalah contoh lain dari sel elektrokimia. Namun, cara kerjanya sangat berlawanan dengan cara kerja sel volta. Alih-alih menghasilkan listrik melalui reaksi kimia, sel elektrolitik menggerakkan reaksi kimia yang berguna dengan bantuan perbedaan potensial yang diterapkan secara eksternal. Contoh:

  • Penyepuhan emas
  • Pemurnian alumunium
  • Ekstraksi Air tawar dari air laut
  • Produksi Gas Klorin
  • Produksi Gas Hidrogen

Perbedaan sistem terbuka tertutup dan terisolasi beserta contohnya

image

Sistem Terbuka merupakan suatu sistem yang terjadi perpindahan materi dan energi antara sistem tersebut dan lingkungannya.

Contoh dari sistem terbuka yaitu:

  • 1. Secangkir kopi panas
  • 2. Api unggun
  • 3. Penggorengan
  • 4. Air Conditioner (AC)
  • 5. Kompressor
  • 6. Turbin

Sistem Tertutup adalah suatu sistem yang tidak terdapat perpindahan materi melainkan hanya memungkinkan adanya perpindahan energi antara sistem tersebut dan lingkungannya.

Contoh dari sistem tertutup yaitu:

  • 1. Botol Air
  • 2. Merebus air dengan penutup
  • 3. Piston
  • 4. Setrika
  • 5. Mesin cuci
  • 6. Bomb Kalorimeter

Sistem Terisolasi adalah suatu sistem yang tidak memungkinkan untuk terjadi perpindahan baik itu materi ataupun enertgi antara sistem tersebut dan lingkungannya.

(Tidak ada sistem yang benar benar terisolasi)

Contoh sistem terisolasi yaitu:

  • 1. Termos (mendekati)
  • 2. Alam semesta

Karakteristik Senyawa Organik dan anorganik beserta contohnya

Karakteristik Senyawa Organik dan anorganik

  • Jumlah senyawa organik jauh lebih banyak daripada senyawa anorganik, dan hal ini disebabkan kemampuan khusus atom karbon untuk bergabung dengan atom karbon lain dalam cincin, rantai, dan bentuk geometris lainnya. Ada lebih dari 10 juta senyawa organik yang kita kenal sekarang.
  • Senyawa organik memiliki titik leleh dan titik didih yang jauh lebih rendah daripada senyawa anorganik meskipun ada pengecualian. Karena ikatan kovalen bukan ionik
  • Umumnya, senyawa organik kurang larut dalam air dibandingkan senyawa anorganik.
  • Senyawa organik lebih mudah terbakar (lebih mudah menguap) tetapi merupakan konduktor panas dan listrik yang lebih buruk daripada senyawa anorganik.
  • Senyawa organik bereaksi pada laju yang lebih lambat dan menghasilkan rangkaian produk yang jauh lebih kompleks daripada senyawa anorganik.
  • Senyawa organik berasal dari aktivitas organisme hidup sedangkan senyawa anorganik terbentuk karena proses alam atau dibuat di laboratorium. Namun Wohler menemukan pengecualian untuk ini.
  • Karena kovalensi karbon, senyawa organik tidak dapat membuat garam sedangkan senyawa anorganik membuat garam.
  • Senyawa organik selalu mengandung karbon sedangkan senyawa anorganik mengandung logam dan unsur lainnya.
  • Ikatan Karbon-Hidrogen adalah karakteristik senyawa organik sedangkan ikatan ini tidak ditemukan dalam senyawa anorganik.
  • Senyawa anorganik mengandung atom logam sedangkan senyawa tersebut tidak pernah ditemukan dalam senyawa organik.
  • Senyawa anorganik adalah mineral sedangkan senyawa organik bersifat biologis.
  • Senyawa organik bersifat kovalen sedangkan senyawa anorganik bersifat kovalen serta ionik.
  • Ada rantai molekul yang panjang dan kompleks dalam senyawa organik, padahal ini bukan properti senyawa anorganik.
  • Senyawa organik dapat menjadi sumber energi bagi makhluk hidup sedangkan senyawa anorganik merupakan katalis.

Contoh Senyawa

Senyawa OrganikSenyawa Anorganik
MethaneAntimony
ButaneArsenic
EthyleneBarium
AcetyleneBeryllium
PolytheneBoron
PolystyreneCadmium
Ethyl bromineChlorine
Chloroform Chromium
Methyl alcoholCobalt
FormamentCopper
Ethyl alcoholCyanide
GlycerolFluorides, Hydrogen Fluoride, and Fluorine
FormaldehydeHydrogen Chloride
AcetaldehydeHydrogen Cyanide (HCN)
AcetoneHydrogen Fluoride (HF)
Formic acidHydrogen Sulfide Carbonyl Sulfide
Acetic acidIodine
Acetyl chlorideLead
Acetic anhydrideManganese
AcetamideMercury
Ethyl acetateMercury, Metallic
UreaNickel
Oxalic acidRadon
GlucoseSelenium
BenzeneSelenium Hexafluoride
TolueneSilica
Chloro benzeneSilver
Nitro benzeneStrontium
AnilineSulfur Dioxide
PhenolSynthetic Vitreous Fibers
BenzaldehydeThallium
Benzoic acidThorium
Benzene Sulphonic acidTin and Compounds
EtherTitanium Tetrachloride
Carbon-tetrachlorideTungsten
UrotropinUranium
GammexeneVanadium

Perbedaan Senyawa Organik dan anorganik

Perbedaan Senyawa Organik dan anorganik

  • Jumlah senyawa organik jauh lebih banyak daripada senyawa anorganik, dan hal ini disebabkan kemampuan khusus atom karbon untuk bergabung dengan atom karbon lain dalam cincin, rantai, dan bentuk geometris lainnya. Ada lebih dari 10 juta senyawa organik yang kita kenal sekarang.
  • Senyawa organik memiliki titik leleh dan titik didih yang jauh lebih rendah daripada senyawa anorganik meskipun ada pengecualian. Karena ikatan kovalen bukan ionik
  • Umumnya, senyawa organik kurang larut dalam air dibandingkan senyawa anorganik.
  • Senyawa organik lebih mudah terbakar (lebih mudah menguap) tetapi merupakan konduktor panas dan listrik yang lebih buruk daripada senyawa anorganik.
  • Senyawa organik bereaksi pada laju yang lebih lambat dan menghasilkan rangkaian produk yang jauh lebih kompleks daripada senyawa anorganik.
  • Senyawa organik berasal dari aktivitas organisme hidup sedangkan senyawa anorganik terbentuk karena proses alam atau dibuat di laboratorium. Namun Wohler menemukan pengecualian untuk ini.
  • Karena kovalensi karbon, senyawa organik tidak dapat membuat garam sedangkan senyawa anorganik membuat garam.
  • Senyawa organik selalu mengandung karbon sedangkan senyawa anorganik mengandung logam dan unsur lainnya.
  • Ikatan Karbon-Hidrogen adalah karakteristik senyawa organik sedangkan ikatan ini tidak ditemukan dalam senyawa anorganik.
  • Senyawa anorganik mengandung atom logam sedangkan senyawa tersebut tidak pernah ditemukan dalam senyawa organik.
  • Senyawa anorganik adalah mineral sedangkan senyawa organik bersifat biologis.
  • Senyawa organik bersifat kovalen sedangkan senyawa anorganik bersifat kovalen serta ionik.
  • Ada rantai molekul yang panjang dan kompleks dalam senyawa organik, padahal ini bukan properti senyawa anorganik.
  • Senyawa organik dapat menjadi sumber energi bagi makhluk hidup sedangkan senyawa anorganik merupakan katalis.

Tatanama Kimia Organik IUPAC Step By Step

Tatanama Kimia Organik IUPAC Step By Step

by: Dimas Krisyanto Wibisono





Untuk memberikan nama pada suatu senyawa kimia organik diperlukan beberapa tahap. Tahapan-tahapan nya adalah sebagai berikut.
1.       Penentuan gugus Induk
Gugus induk adalah gugus fungsional paling reaktif dalam suatu senyawa yang menjadikan gugus lain menjadi gugus samping. Oleh karenanya kemampuan identifikasi gugus fungsional sangat diperlukan, terutama dalam mengurutkan keraktivitasan. Urutan kereaktivitasan suatu gugus fungsional adalah sebagai berikut.


Prioritas
Gugus fungsional
Formula

Prefix
Suffix

Nama gugus samping
Nama gugus induk
1
Kation


-onio-
-onium

   mis. Ammonium
NH4+

ammonio-
-ammonium
2
Asam Karboksilat
R–COOH

carboxy-
-oic acid


R–COSH

sulfanylcarbonyl-
-thioic S-acid

Carbothioic S-acids
R–COSeH

selanylcarbonyl-
-selenoic Se-acid

Carboselenoic Se-acids
R–SO3H

sulfo-
-sulfonic acid

Sulfonic acids
R–SO2H

sulfino-
-sulfinic acid

Sulfinic acids




3
Turunan Asam Karboksilat





Esters
R–COOR

R-oxycarbonyl-
-R-oate

Acyl halides
R–COX

halocarbonyl-
-oyl halide

Amides
R–CONH2

carbamoyl-
-amide

Imides
R–CON=C<

-imido-
-imide

Amidines
R–C(=NH)NH2

amidino-
-amidine






4
Nitriles
R–CN

cyano-
-nitrile

   Isocyanides
R–NC

isocyano-
isocyanide
5
Aldehid
R–CHO

formyl-
-al

   Thioaldehydes
R–CHS

thioformyl-
-thial
6
Keton
 R=O

oxo-
-one


 R=S

sulfanylidene-
-thione


 R=Se

selanylidene-
-selone

Tellones
 R=Te

tellanylidene-
-tellone
7
Alkohol
R–OH

hydroxy-
-ol

Thiols
R–SH

sulfanyl-
-thiol

Selenols
R–SeH


selanyl-
-selenol

Tellurols
R–TeH

tellanyl-
-tellurol
8
Hidroperoksida





Peroxols
R-OOH

hydroperoxy-
-peroxol

Thioperoxols (Sulfenic acid)
R-SOH

hydroxysulfanyl-
-SO-thioperoxol

Dithioperoxols
R-SSH

disulfanyl-
-dithioperoxol
9
Amina
R–NH2

amino-
-amine

   Imines
 R=NH

imino-
-imine

   Hydrazines
R–NHNH2

hydrazino-
-hydrazine
10
Halida
R-X

Bromo-,Flouro-,Iodo-,


2.       Penentuan rantai karbon utama
Untuk menentukan rantai karbon pertama ada beberapa syarat yaitu:
a.       Harus mengandung jumlah gugus fungsional paling banyak(Seperti gugus alkohol, keton, kaboksil dan lainnya).
b.      Harus memiliki ikatan rangkap terbanyak.
c.       Terdapat ikatan tunggal terbanyak.
d.      Rantai karbon terpanjang.

3.       Penomoran rantai karbon rantai utama dimulai dari salah satu ujung dengan prioritas:
a.       Melewati gugus fungsional paling reaktif (gugus induk) terdekat.
b.      Gugus samping dan/atau cabang terbanyak dengan lokasi terdekat.

4.       Penamaan dimulai dengan
a.       mengurutkan cabang secara alfabetis.
b.      Dilanjutkan dengan penamaan gugus fungsional utama.


Contoh:

Beri nama senyawa berikut:




1.       Pada kasus senyawa ini, hal yang pertama kali harus dilakukan ada lah mengidentifikasi semua gugus fungsional yang ada(Gunakan tabel).








2.       Pada senyawa tersebut diketahui bahwa terdapat gugus aldehid, alkohol serta alkil. Dari gugus gugus tersebut juga diketahui bahwa gugus aldehid lah yang paling reaktif sehingga menjadi gugus induk (Main Functional Group) pada senyawa ini. Akibatnya penomoran awal harus dekat dengan gugus aldehid.



3.       Setelah melakukan penomoran dan identifikasi gugus yang ada, penamaan dapat dimulai.
a.       5-Hydroxy (Prefix alkohol)
b.      2-Methyl
c.       Hexan-1-al, Hexan dari 6 karbon rantai utama, dan 1-al dari suffix aldehid. Karena gugus fungsional terletak pada atom karbon nomor 1, penulisan cukup ditulis Hexanal.
4.       Nama akhir dari senyawa ini adalah 5-Hydroxy-2Methylhexanal.


Berikut video mengenai tatanama Alkana